"Jadi prosesnya nanti Kemendagri, baru kemudian dibalik lagi ke DPRD, tentu saja juga dengan konsolidasi atau koordinasi dengan gubernur. gubernur sudah tahu, maka nanti ada proses, ada paripurna dan lain-lain dalam prosedurnya. Jadi sekarang sudah sampai situ," tuturnya.
Terkait alasan rotasi, ia menyebutkan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi pasca Musyawarah Nasional (Munas) PKS yang menghasilkan kepemimpinan baru di tingkat pusat.
Ia mengatakan, perombakan struktur partai terjadi secara nasional, termasuk di tingkat wilayah, sejak 2005.
"Jadi termasuk DPW diganti ketuanya dari tadinya Ustaz Khoirudin kepada Suhud. Nah kemudian yang lainnya juga, ketua fraksi juga saya menggantikan Ustaz Ismail dan yang lainnya untuk Jakarta," kata dia.
Taufik juga menegaskan bahwa dalam kultur PKS, seluruh kader menjunjung tinggi prinsip ketaatan terhadap keputusan partai. Ia memastikan tidak ada penolakan dari Khoirudin terkait rencana pergantian tersebut.
Baca Juga: Longsor Sampah di Bantargebang Timbulkan Korban Jiwa, DPRD Jakarta: Keselamatan Prioritas Utama
"Tapi intinya kami di PKS, baik di Dewan maupun di tempat lain, itu saminawatona. Jadi Ustaz Khoirudin juga menyatakan bahwa ya saya ditempatkan dimana saja, enggak apa-apa. Dari tadinya ketua menjadi, ya enggak apa-apa. Kalau misalnya kemudian diturunkan lagi menjadi orang-orang biasa ya, it's okay disini," ungkap dia.
Taufik mengungkapkan, Khoirudin akan mendapatkan penugasan baru di tingkat DPP PKS. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Khoirudin dinilai akan berperan dalam pembinaan struktur partai di seluruh Indonesia.
"Di DPP ada. Jadi kita melihat pengalaman dan kapasitas beliau yang sudah berkecimpung lama di partai sebagai pimpinan dan kemudian di publik, kan dia sebelumnya Wakil Ketua DPRD," kata Taufik.
"Sehingga kemudian kita ingin menularakan kapasitas atau kebaikan tersebut ke seluruh provinsi. Jadi di DPP nanti dia justru menangani seluruh provinsi yang ada di Indonesia," lanjutnya. (cr-4)
