“Persiapan layanan haji tahun ini hampir mencapai 100 persen. Kami memastikan jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan terstandar sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” tegasnya.
Mitigasi Risiko dan Jaminan Biaya Haji
Di tengah dinamika global, termasuk kondisi di kawasan Timur Tengah, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan haji berjalan lancar dan aman.
“Kami terus melakukan mitigasi risiko. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama, dan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal,” ujar Menhaj.
Terkait isu kenaikan biaya penerbangan akibat meningkatnya harga avtur, pemerintah memastikan bahwa tambahan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan layanan haji.
“Terdapat tambahan biaya sekitar Rp1,77 triliun. Namun sesuai arahan Presiden, tambahan ini tidak dibebankan kepada jemaah. Negara hadir untuk menjaga keberlanjutan layanan tanpa memberatkan jemaah,” jelasnya.
Baca Juga: Rincian Tanggal Keberangkatan Jemaah Haji 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
Harapan Pemerintah untuk Kelancaran Haji 2026
Menutup keterangannya, Menteri Haji dan Umrah RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh tahapan berjalan lancar, jemaah sehat dan aman, serta meraih haji yang mabrur,” tutupnya.
