Bahlil juga menjelaskan bahwa LPG nonsubsidi umumnya digunakan oleh sektor usaha seperti industri, restoran, dan perhotelan, sehingga penyesuaian harga menjadi hal yang wajar mengikuti kondisi pasar global.
Stok LPG Nasional Dipastikan Aman
Meski harga LPG nonsubsidi mengalami kenaikan, pemerintah memastikan tidak ada kelangkaan pasokan di dalam negeri. Stok LPG disebut masih berada di atas batas aman nasional.
"Jadi itu memang tidak kita atur harganya. Dia menyesuaikan dengan harga pasar. Tapi kalau dibilang harganya langka, saya pikir laporan dari kami standar minimum di atas 10 hari kok, di atas standar minimum nasional. Aman," tambahnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG di pasaran.
Harga LPG Subsidi Tak Pernah Naik Sejak Awal
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan bahwa sejak pertama kali diberlakukan pada 2006–2007, pemerintah belum pernah menaikkan harga LPG 3 kg. "Sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah. Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan. Itu kira-kira," tuturnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah terus menjaga kebijakan subsidi energi untuk melindungi daya beli masyarakat, meskipun dinamika harga energi global terus berubah.
Kenaikan LPG nonsubsidi menjadi bagian dari dinamika pasar energi yang tidak bisa dihindari. Namun, pemerintah memastikan perlindungan bagi masyarakat tetap terjaga melalui stabilitas harga dan pasokan LPG subsidi 3 kg.
