Harga LPG Nonsubsidi Naik per 18 April 2026, Ini Daftar Lengkap di Seluruh Indonesia

Senin 20 Apr 2026, 13:35 WIB
Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026. Cek rincian harga terbaru LPG 12 kg dan 5,5 kg di berbagai wilayah Indonesia. (Sumber: Instagram/@brightgas)

Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026. Cek rincian harga terbaru LPG 12 kg dan 5,5 kg di berbagai wilayah Indonesia. (Sumber: Instagram/@brightgas)

Batam Jadi Wilayah dengan Harga Lebih Murah

Berbeda dengan daerah lain, kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam justru mencatat harga LPG yang lebih rendah. Di wilayah ini, LPG 12 kg dijual seharga Rp208.000, sementara LPG 5,5 kg berada di angka Rp100.000 per tabung. Kondisi ini dipengaruhi oleh status kawasan perdagangan bebas yang memberikan sejumlah kemudahan dalam distribusi energi.

Wilayah Timur Indonesia Catat Harga Tertinggi

Harga LPG tertinggi tercatat di wilayah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua. Di kota-kota seperti Ambon dan Jayapura, LPG 12 kg mencapai Rp285.000, sedangkan LPG 5,5 kg menyentuh Rp134.000 per tabung. Tingginya harga di kawasan ini disebabkan oleh tantangan distribusi serta keterbatasan infrastruktur energi.

Menariknya, masih ada beberapa daerah yang belum memiliki harga LPG nonsubsidi. Wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, serta beberapa provinsi di Papua belum tersedia harga karena belum adanya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Hal ini menunjukkan masih adanya ketimpangan infrastruktur energi di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga: Harga Pertamax Turbo Naik Rp19.400 per Liter, Bahlil Lahadalia Pastikan Pertalite Tetap Aman

Faktor Penyebab Perbedaan Harga LPG

Perbedaan harga LPG di tiap wilayah dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, seperti biaya distribusi, kondisi logistik, serta ketersediaan infrastruktur energi. Semakin sulit akses distribusi, maka harga yang dibebankan ke konsumen juga cenderung lebih tinggi.

Dengan kenaikan ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan penggunaan energi secara bijak, sembari menunggu kebijakan lanjutan terkait stabilitas harga energi nasional.


Berita Terkait


News Update