POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, lonjakan menyasar BBM nonsubsidi yang banyak digunakan oleh kalangan industri hingga masyarakat mampu.
Kebijakan ini langsung memicu perhatian publik, terutama terkait kemungkinan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green.
PT Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha penyalur BBM resmi mengumumkan penyesuaian harga terbaru yang mulai berlaku pada pertengahan April 2026. Namun, untuk beberapa jenis BBM lainnya, keputusan final masih belum ditetapkan.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Bakal Kena Pajak di 2026? Ini Skema Keringanan yang Disiapkan
Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Alami Kenaikan Signifikan
PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai Sabtu 18 April 2026. Kenaikan ini dilakukan berdasarkan regulasi yang mengacu pada kebijakan pemerintah terkait harga energi.
Penyesuaian tersebut merujuk pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Dalam kebijakan terbaru, harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Baca Juga: Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Drastis, Pertamina Mengacu pada Kepmen ESDM
Pertamax dan Pertamax Green Masih Dalam Tahap Evaluasi
Di tengah kenaikan BBM nonsubsidi lainnya, Pertamina belum mengambil keputusan terkait harga Pertamax dan Pertamax Green. Kedua jenis BBM ini masih dalam proses kajian internal perusahaan.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memastikan bahwa belum ada perubahan harga untuk kedua produk tersebut. "Masih dalam evaluasi," ujar Roberth di Jakarta, Minggu 19 April 2026.
Saat ini, harga Pertamax (RON 92) masih berada di angka Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green dijual Rp12.900 per liter.
Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Tegaskan Mekanisme Pasar
Sementara BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter tanpa perubahan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah, menurutnya, hanya memiliki kewenangan dalam mengatur harga BBM subsidi.
"Pengaturan harga oleh pemerintah hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi, sementara BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu menyesuaikan harga pasar," kata Bahlil.
Baca Juga: Harga Pertamax Turbo Naik Rp19.400 per Liter, Bahlil Lahadalia Pastikan Pertalite Tetap Aman
Pertamina memastikan bahwa setiap kebijakan penyesuaian harga BBM telah melalui proses koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselarasan dengan regulasi energi nasional yang berlaku.
Roberth juga menegaskan bahwa seluruh perubahan harga telah dilaporkan kepada pemangku kepentingan guna memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.
Ke depan, publik masih menantikan keputusan resmi terkait harga Pertamax dan Pertamax Green, yang berpotensi ikut mengalami penyesuaian mengikuti tren kenaikan BBM nonsubsidi.