Menjelang Idul Adha, umat Muslim juga dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah lainnya seperti puasa Zulhijah dan puasa Tarwiyah. Berikut bacaan niatnya:
Niat puasa Zulhijah (1–7 Zulhijah):
- Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah ta’ala”.
Niat puasa Tarwiyah (8 Zulhijah):
- Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala”.
Niat puasa Arafah (9 Zulhijah):
- Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala”.
Baca Juga: Prof. Achmad Sepakat dengan BNN, Vape Disebut Bisa Jadi Media Narkotika
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Selain pahala yang berlipat ganda, ibadah ini juga menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, setiap amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Khusus pada hari Arafah, Allah SWT disebut lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.
Keutamaan terbesar dari puasa ini adalah penghapusan dosa selama dua tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis. Oleh karena itu, puasa Arafah menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaannya, puasa Arafah diharapkan dapat menjadi amalan yang tidak dilewatkan oleh umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
