Ilustrasi obrolan warteg edisi Kamis, 16 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Tak Elok, Sudah Bersama, Masih Curiga

Kamis 16 Apr 2026, 12:13 WIB

Oleh :Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Ada pepatah bijak mengatakan: Masa lalumu adalah milikmu, masa laluku adalah milikku, masa sekarang dan masa depan adalah milik kita bersama.

Pepatah ini mengajarkan agar kita jangan terus menerus mengungkit – ungkit masa lalu, terlebih soal aib. Ingat, orang itu tidak selamanya buruk, suatu saat akan berubah. Bahkan, akan menjadi lebih baik dari yang selama ini terbaik.

“Itu kalau yang mau berubah, kalau nggak mau berubah, gimana?,” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bung Yudi.

“Ya harus punya komitmen, apakah selamanya orang akan menjadi jelek dan buruk. Sepertinya tak ada seorang pun ingin tak ingin menjadi yang terburuk, baik fisiknya maupun hatinya,” ujar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Kolaborasi untuk Kebaikan, Bukan Keburukan

“Menjadi orang baik adalah harapan semua orang. Baik segalanya, ucapan dan perbuatan, kepribadiannya, baik kehidupannya, penghasilannya, baik pula status sosial ekonominya,” urai mas Bro.

“Kembali ke soal masa lalu seseorang, bagaimana sikap kita?,”tanya Yudi.

“Menurut aku sih lupakan masa lalu, baik hitam, putih maupun abu – abu itu masa lalunya. Tak perlu diungkit karena akan menjadi ganjalan untuk menata masa depan,” jelas mas Bro.

“Lagi pula, setiap masing – masing punya masa lalu. Apakah masa lalu kamu sudah bersih tanpa setitik noda, sehingga punya keberanian mengutak- atik masa lalu seseorang,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Politik Bukan Tempat Cari Nafkah

“Jangan menganggap diri kalian bersih, sementara orang semaunya jelek. Yang bersih bisa berubah jelek, yang jelek bisa berubah menjadi putih bersih. Waktu akan mengungkapnya kemudian,” kata mas Bro.

“Jadi intinya kita lupakan masa lalu, mari kita bangun masa depan, karena masa depan milik kita bersama,” kata Yudi

“Meski dulu kita berseberangan jalan, beda pilihan, beda aspirasi politik, jangan lantas dijadikan alasan ogah membangun kebersamaan. Ingat mengantisipasi ketidakpastian, menghadapi beragamn tantangan dan hambatan, kita harus kompak,” ujar Heri.

“Bukanlah pepatah mengatakan ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Maknanya bersama , kompak akan lebih baik, ketimbang jalan sendiri–sendiri,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Korupsi Lagi, Korupsi Lagi

“Yang terpenting lagi kerja bersama harus dilandasi ketulusan dan kejujuran dan tanpa curiga,” kata Heri.

“Jika kebersamaan yang dibangun masih melihat latar belakang kepentingan, niscaya kebersamaan yang terbangun hanya di tataran kebijakan. Bisa disebut bersama, kerja bersama , tetapi tanpa kebersamaan. Ini terjadi karena di dalamnya masih ada  rasa saling curiga,” urai mas Bro

“Betul Bro. Tak elok, sudah bersama masih saling curiga,” ujar Yudi mengakhiri obrolan warteg hari ini.

Tags:
sosial ekonomiobrolan warteg

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor