Sebanyak 21 sesi LabForum (konferensi ilmiah internasional) dan 135 LabTalk (seminar teknis dan workshop) digelar guna membahas perkembangan teknologi laboratorium, standar industri, hingga praktik berkelanjutan.
Selain itu, tersedia juga program business matching yang mempertemukan pelaku industri untuk menjalin kerja sama strategis.
BRIN Soroti Pentingnya Kolaborasi dan Teknologi
Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ekosistem riset nasional.
Baca Juga: Spesifikasi Red Magic Gaming Tablet 5 Pro Terungkap, Siap Jadi Tablet Gaming Paling Kencang?
“Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku ekosistem. Melalui Lab Indonesia, akan terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang kolaborasi strategis antara periset, industri, dan pemerintah. Inilah fondasi penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional,” paparnya.
Hadirkan Program Interaktif dan Layanan Kesehatan
Selain pameran teknologi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program interaktif. Di antaranya Learning LabVenture Zone yang menghadirkan aktivitas pengujian material, serta layanan konsultasi laboratorium melalui Laboratory Consultation Clinic.
Tak hanya itu, tersedia pula Mobile Health Station dengan 22 jenis layanan pemeriksaan kesehatan, serta Wellness Corner yang menyediakan terapi relaksasi bagi pengunjung.
Dengan area pameran mencapai 14.500 meter persegi dan partisipasi global yang luas, ajang ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri laboratorium Indonesia di tingkat internasional.
