Lagu ‘Erika’ viral dan dianggap melecehkan perempuan. HMT ITB memberikan klarifikasi, meminta maaf, serta melakukan evaluasi untuk memastikan kegiatan sesuai norma. (Sumber: X/@iPoopBased)

Nasional

HMT ITB Minta Maaf usai Lagu ‘Erika’ Viral, Liriknya Dinilai Lecehkan Perempuan dan Bermuatan Vulgar

Rabu 15 Apr 2026, 13:40 WIB

POSKOTA.CO.ID - Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi sorotan setelah sebuah lagu berjudul Erika viral di media sosial.

Lagu yang dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB itu dinilai mengandung unsur seksis dan vulgar, sehingga memicu reaksi keras dari publik, khususnya warganet.

Video penampilan lagu tersebut menyebar luas di platform X dan menuai kritik tajam. Dalam rekaman itu, terlihat sekelompok mahasiswa tampil di atas panggung dengan suasana meriah, namun lirik lagu yang dinyanyikan dianggap mengobjektifikasi perempuan.

Publik pun menilai konten tersebut tidak pantas, terlebih karena dibawakan oleh mahasiswa yang dianggap sebagai kaum terpelajar. Reaksi kontra bermunculan, dengan banyak pihak menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap bentuk pelecehan, termasuk yang dikemas dalam hiburan seperti lagu.

Baca Juga: Apa Isi Lirik Lagu Erika ITB yang Viral Dinyanyikan Mahasiswa Tambang? Diduga Lecehkan Perempuan

HMT ITB Minta Maaf

Menanggapi polemik tersebut, HMT ITB akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui situs kampus.

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” kata rilis yang dikeluarkan oleh HMT ITB melalui situs resmi ITB, dikutip Rabu 15 April 2026.

Dalam penjelasannya, HMT ITB mengungkapkan bahwa Orkes Semi Dangdut merupakan unit kegiatan yang telah ada sejak tahun 1970-an. Sementara itu, lagu ‘Erika’ sendiri diketahui dibuat pada era 1980-an.

“Untuk lagu berjudul “Erika” dibuat pada tahun 1980-an. Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” katanya.

Baca Juga: 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Verbal di Grup Chat, Ini Kronologinya

Dianggap Tak Sesuai Nilai Akademik

HMT ITB juga menegaskan bahwa konten dalam lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik.

“Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” kata rilis tersebut.

Sebagai langkah konkret, pihak HMT ITB menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio lagu tersebut dari ruang publik, termasuk dari akun resmi maupun akun individu yang terafiliasi.

Evaluasi Internal dan Penertiban Konten

Selain penarikan konten, HMT ITB juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan konten hiburan.

“Melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan organisasi tetap sejalan dengan norma sosial yang berlaku serta menjaga citra institusi pendidikan tinggi.

Baca Juga: Viral Video Lagu Erika ITB, Apa Maksudnya? Lagu Himpunan Mahasiswa Dituding Berisi Pelecehan Seksual

Viral di Tengah Sorotan Kasus Serupa

Kemunculan video tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu pelecehan seksual di lingkungan kampus. Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) juga menjadi sorotan.

Situasi ini membuat publik semakin sensitif terhadap konten yang berpotensi merendahkan martabat perempuan. Banyak pihak berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menyajikan konten, terutama yang bersentuhan dengan isu sosial dan etika.

Kontroversi lagu ‘Erika’ menjadi pengingat bahwa perubahan norma sosial harus diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan kampus. Permohonan maaf dan langkah evaluasi dari HMT ITB diharapkan dapat menjadi awal perbaikan sekaligus mendorong terciptanya ruang akademik yang lebih sensitif dan beretika.

Tags:
FH UIKampus ITBHMT ITB Minta Maaflagu berjudul ErikaOrkes Semi DangdutOSDHMT ITBHMT

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor