Warga RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan kondisi air PAM yang keruh dan menimbulkan bau. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Warga Rawa Buaya Jakbar Keluhkan Air PAM Keruh dan Berbau, Rogok Rp15 Ribu Perhari Beli Air Bersih

Selasa 14 Apr 2026, 20:21 WIB

CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Warga RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan kondisi air PAM yang keruh dan menimbulkan bau. Air yang keruh dan berbau itu sudah dikeluhkan warga sejak lama dan sampai saat ini masih terjadi.

Lokasi itu merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Di sana warga mulai beralih ke air PAM, namun air yang mengalir tidak melulu bersih, bahkan belakangan keruh dan berbau.

Jika ingin mendapatkan air bersih, warga harus rela begadang dan menampung air pada waktu tengah malam, sebelum air kembali mati atau berubah kotor mulai pagi hari.

Salah satu warga, Nurliana Sihombing, 61 tahun mengatakan, kondisi tersebut sudah dirasakan warga sejak lama.

Baca Juga: Jakarta Terpadat Versi PBB, Disdukcapil Sebut Penduduk Resmi Hanya 10,8 Juta

"Dari dulu. Kita pertama kali masang kan bagus tuh, bening, enggak berapa bulan, enggak keluar sama sekali, sampai sekarang selalu begitu. Nah, ke sini-ke sini, airnya kadang kayak susu, kadang kayak kopi warnanya, bau banget. Kayak bau got," kata Nurliana kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.

Kondisi ini membuat Nurliana heran karena air yang keluar tidak keluar secara normal. Apalagi air bersih yang keluar dari pipa terbatas.

"Herannya kita kenapa malam bagus banget airnya. Sekitar jam 01.00 sampai jam 04.30 WIB itu selalu bagus, setiap hari. Tapi kadang mau subuh itu juga udah bau airnya, sudah bau busuk," ungkap dia.

Warga lain, Tikno mengeluhkan hal yang sama terkait kondisi air PAM yang keruh dan berbau. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya, Tikno mengaku terpaksa membeli air dari tukang air keliling dan bisa menghabiskan hingga Rp 15.000 per hari atau jika dijumlah mencapai Rp 450.000 per bulan.

Baca Juga: Pramono Anung Minta Pasukan Kuning Bina Marga Lebih Proaktif Pantau Kondisi Infrastruktur

Ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, Eka membenarkan masalah air PAM yang sudah berlangsung selama puluhan tahun di wilayahnya itu.

Ia menyebut sebagian warga bahkan memutuskan untuk kembali melakukan pengeboran untuk beralih menggunakan air tanah, meski kualitasnya tak sebaik air PAM.

Eka bahkan mengaku pernah terpaksa membuang air yang tak sengaja tercampur oleh air kotor ketika menampung air.

"Pas nyolokin, hidupinnya, dapet seember dua ember bagus kan airnya. Ke sananya giliran lagi ditampung entar tahu-tahu airnya sudah kecampur sama yang kotor, jadi bau semua gitu," tutur dia.

Baca Juga: Tren Nikah KUA di Bogor Naik pada 2026, Didominasi Pasangan Gen Z

Pasca kejadian tersebut, Eka pun juga turut memutus sambungan air PAM di rumahnya dan merogoh kocek lebih untuk beralih ke air tanah. (pan)

Tags:
Jakarta Baratair pam keruh dan berbauAir KeruhRawa Buaya

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor