POSKOTA.CO.ID - Jerome Polin akan menutup bisnis minuman miliknya yaitu Menantea yang dikelola bersama sang kakak, Jehian Polin.
Seluruh operasional Menantea akan ditutup permanen mulai 25 April mendatang.
Keputusan tersebut diambil setelah bisnis tersebut berjalan selama lima tahun sejak didirikan pada April 2021.
Jerome dan kakaknya dikabarkan mengalami kerugian besar. Total dana yang hilang mencapai Rp38 miliar.
Baca Juga: Sinopsis Film Penerbangan Terakhir Dibintangi Jerome Kurnia dan Nadya Arina
Awal Mula Bisnis Jerome Polin Mendirikan Menantea
Awalnya Jerome menggandeng seorang senior di dunia F&B untuk membangun usaha minuman Menantea. Dalam kerja sama itu, Jerome fokus pada produksi konten dan promosi, sementara sang partner dipercaya mengelola operasional serta urusan keuangan.
"Jerome ketipu bandit franchise 38 miliar. Jadi, Jerome Polin pernah kerjasama dengan sesepuh bisnis fnb buat bikin brand Menantea, Jerome fokus di konten, si partner pegang operasional dan keuangan," dikutip dari akun X @Makaryo0 yang dibenarkan Jerome Polin.
"Si partner rutin memberikan laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable, Jerome ga pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel," lanjutnya.
Kronologi Penggelapan Dana
Angka-angka yang tertera di laporan setiap bulannya menunjukkan Menantea berada dalam kondisi baik dan menghasilkan keuntungan. Sayangnya, Jerome tidak pernah memeriksa langsung mutasi rekening perusahaan dan memilih mempercayai laporan tersebut sepenuhnya.
Namung pada 2023, sang partner tiba-tiba memberi kabar bahwa kondisi keuangan Menantea memburuk dan saldo perusahaan sudah habis.
Jerome merasa janggal dengan klaim tersebut karena bisnis Menantea sedang berkembang pesat, cabang kian banyak, dan selalu ramai. Selain itu, laporan keuangan sebelumnya pun selalu menunjukkan hasil yang positif.
Lalu, kecurigaan Jerome terbukti. Terungkap bahwa uang yang berasal dari pembelian hak franchise serta keuntungan operasional Menantea justru dipakai oleh oknum tersebut untuk kepentingan pribadi.
"Ternyata uang dari pembeli hak franchise dan keuntungan Menantea dipake oknum itu buat kepentingan pribadi, total 38 miliar dana dari rekening Perusahaan dipindahkan ke rekening pribadi oknum sejak Menantea berdiri," beber akun tersebut.
Jerome lalu memberikan klarifikasi terkait adanya penggelapan dana dari rekan bisnisnya.
Jerome dan sang kakak bahkan menggunakan dana pribadi hingga puluhan miliar untuk menyelamatkan bisnisnya.
"Sebenarnya, hasil audit Menantea sudah keluar, dan sudah ketahuan berapa uang yang ditilep, angkanya hampir Rp10 M wkwkw. Dan itu jumlah yang aku dan Bang Jehian keluarin untuk nyelamatin Menantea, untuk cover semua biaya operasional, gaji, bahan baku, ganti rugi, dll," kata Jerome.
"Pelajaran yang sangat penuh air mata, mahal dan berharga. Bersyukur Tuhan ganti berkali-kali lipat lewat usaha kami yang lain," tutupnya.
Jerome memilih untuk tidak menyebut identitas oknum tersebut. Ia juga tidak berniat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.