DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji meminta bayi baru lahir khususnya masyarakat Kota Depok untuk segera terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Dari data yang ada sudah lebih dari 98 persen penduduk Indonesia telah terdaftar dalam program JKN," ujar Nuroji kepada di kawasan Beji, Senin, 13 April 2026.
Nuroji menyayangkan masih ada masyarakat yang baru terpikir mendaftar saat sudah jatuh sakit. Menurutnya, mengingat prinsip JKN adalah gotong royong, iuran dari peserta yang sehat digunakan untuk membiayai peserta yang sakit, termasuk program pencegahan (promotif preventif).
"Penting menjadi peserta JKN selagi masih sehat dan memastikan status kepesertaan JKN kita selalu aktif karena sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya," ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 13 April 2026: Waspada Sore Hujan Turun
Untuk bayi yang baru lahir, lanjut Nuroji segera didaftarkan sebagai BPJS Bayi yang didaftarkan pada periode waktu tersebut, status kepesertaan JKN-nya akan langsung aktif.
"Masyarakat membutuhkan kepesertaan tersebut agar memperoleh kepastian akses layanan kesehatan ketika tiba-tiba jatuh sakit. Program BPJS dijalankan dengan sistem gotong royong, dimana satu sama lain saling membantu," tambahnya.
Bagi keanggotaan aktif memastikan warga memperoleh akses pengobatan terbaik secara mudah tanpa khawatir masalah biaya finansial.
"Banyak warga mengalami kesulitan biaya pengobatan akibat tidak memiliki kartu asuransi kesehatan negara. Sehingga sangat penting mendorong penduduk setempat agar segera mendaftar sebelum mereka benar-benar membutuhkan penanganan medis di rumah sakit," tuturnya.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tekankan Lomba MBG di CFD Utamakan Hidangan Sehat dan Lezat
Nuroji menambahkan, JKN sangat penting, lebih baik segera mendaftar. Jangan sampai tiba-tiba bingung berobat saat terkena penyakit karena tidak terdaftar sebagai peserta JKN.
"Menjadi peserta program kesehatan negara memberikan keuntungan besar bagi warga melalui iuran bulanan yang sangat terjangkau. Iuran ringan tersebut mampu menanggung biaya operasi jantung yang mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah," kata dia.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan agar informasi program BPJS Kesehatan tersampaikan ke lapisan masyarakt di Kota Depok.
"Yang belum ikut BPJS kesehatan kami harap untuk daftar dan melakukan pembayarannya sesuai kelas setiap bulannya," ucapnya.
Baca Juga: Dianggap Berefek Domino, Pengrajin Tahu Tempe di Jakbar Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai
Terpisah Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Depok Lifendri Irfariza mengatakan menyetujui pendapat Nuroji mengenai jaminan perlindungan.
Sehingga Lifendri menuturkan masyarakat agar selalu sedia perlindungan kesehatan sebelum tertimpa musibah.
"Penting banget, tapi mungkin sekarang banyak yang merasa tidak butuh. Tapi belakangan banyak yang tiba-tiba butuh, jadi sedia payung sebelum hujan," ungkap dia.
Selain itu, Lifendri mengapresiasi anggota Komisi IX, Nuroji yang terus menyuarakan tentang program pelayanan BPJS kesehatan kepada masyarakat.
"Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarkat BPJS siap menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait pelaksanaan program BPJS kesehatan di lapangan," ujarnya. (ang)