Kepala BGN, Dadan Hindayana. (Sumber: Instagram)

Nasional

Alasan BGN Pakai Jasa EO Rp113,9 Miliar Apa? Ini Fakta dan Penjelasan Lengkapnya

Senin 13 Apr 2026, 09:28 WIB

POSKOTA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat mengalokasikan dana hingga Rp113,9 miliar untuk pengadaan jasa event organizer (EO) sepanjang tahun 2025.

Perdebatan ini tidak hanya berkutat pada angka Rp113,9 miliar semata, tetapi juga menyangkut substansi kegiatan yang dikerjakan oleh EO.

Berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), terdapat sedikitnya 31 paket pengadaan jasa EO yang dilakukan BGN.

Pengadaan ini berlangsung pada tahun pertama implementasi program makan bergizi gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Sebagian besar paket pengadaan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan yang berlangsung di kantor pusat BGN.

Namun demikian, penggunaan jasa EO juga mencakup berbagai agenda lain, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan lembaga.

Lantas, apa sebenarnya alasan utama BGN menggunakan jasa EO dengan nilai anggaran mencapai ratusan miliar rupiah tersebut?

Baca Juga: Mengejutkan, Kepala BGN Sebut Kurang Gizi Jadi Penyebab Timnas Indonesia Sering Kalah

Apa Alasan BGN Pakai Jasa EO Rp113, 9 Miliar?

Menanggapi penggunaan jasa EO dalam jumlah besar tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait kondisi internal lembaganya.

"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, sebagaimana dilansir siaran pers Senin, 13 April 2026.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa event organizer memiliki kompetensi yang belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN, khususnya dalam penyelenggaraan acara secara profesional.

"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," tutur Dadan.

BGN juga menegaskan, kegiatan yang ditangani oleh EO tidak semata bersifat seremonial.

Sejumlah agenda yang dilaksanakan justru berfokus pada peningkatan kapasitas SDM, termasuk bimbingan teknis (bimtek) bagi para penjamah makanan guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.

"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," ungkap dia.

Menurut BGN, membangun tim internal dalam waktu singkat untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan bukanlah langkah yang praktis.

Proses tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga pembentukan sistem kerja yang solid.

Sementara itu, program makan bergizi gratis dituntut untuk segera berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," ungkap Dadan.

Tags:
Dadan HindayanaKepala BGN Dadan HindayanaBadan Gizi NasionalMBGBGN

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor