“Seperti pedagang bakso kemarin. Itu kan ‘wong cilik’ yang harus berdagang untuk menafkahi diri dan keluarganya. Kita ini tidak tega melihat ‘wong cilik’ seperti itu dibuat lebih menderita lagi oleh praktik-praktik intimidasi dan pemerasan seperti terlihat dalam videonya," imbuhnya.
Kevin juga mengingatkan, praktik premanisme ini juga terjadi dalam skala yang lebih besar dan luas lagi, sehingga memengaruhi usaha-usaha lainnya yang ada di Jakarta.
“Premanisme ini ternyata juga tidak hanya dialami oleh pedagang-pedagang kecil saja. Tapi kita juga mengetahui ada banyak kejadian di mana seseorang yang ingin membuka usaha dimintai jatah macam-macam mulai dari jatah parkir, jatah pegawai, hingga lain-lain oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," ungkap dia.
Baca Juga: Pramono Dukung Penanganan Ikan Sapu-Sapu Dilakukan Secara Masif
Dalam hal ini, Kevin melihat kasus ini dapat berimplikasi buruk khususnya terhadap investor, apalagi Jakarta yang ingin menuju Kota Global.
“Bagaimana bisnis di Jakarta ini ingin sehat dan bertumbuh kembang. Bagaimana investor dari luar mau masuk, bagaimana orang tertarik untuk berusaha di Jakarta kalau kondisi ini terjadi terus menerus. Mimpi kota global akan terus menjadi mimpi kalau Pemprov DKI tidak berhasil megatasi persoalan ini," lanjutnya.
Ia meminta Pemprov DKI Jakarta segera menindak premanisme secara tegas, agar bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat dan kepastian bagi pihak-pihak yang ingin berusaha secara jujur di Jakarta.
“Pemprov DKI perlu menegakkan hukum setegas-tegasnya, tidak memihak kepada siapapun itu. Khususnya terhadap premanisme, jangan sampai ada kekendoran atau malah perlakuan khusus," tuturnya.
"Pemprov DKI perlu hadir memberikan keamanan bagi para warga dan pengusaha yang ingin berusaha secara jujur,” tambah Kevin. (pan)
