Lebaran Betawi 2026, Pramono Dorong Pelestarian Budaya dan Siapkan Beasiswa untuk Generasi Muda Betawi

Sabtu 11 Apr 2026, 13:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) dan Ketua Dewan Adat Bamus Betawi Fauzi Bowo (tengah) saat menghadiri Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) dan Ketua Dewan Adat Bamus Betawi Fauzi Bowo (tengah) saat menghadiri Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi kondusivitas Jakarta yang berhasil melewati berbagai perayaan keagamaan dengan aman dan harmonis, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, Ramadan hingga Idulfitri.

Bahkan, menurutnya, keberagaman yang terjaga tersebut turut berkontribusi pada peningkatan posisi Jakarta sebagai kota aman di kawasan Asia Tenggara.

"Nomor satu Singapura, nomor dua Jakarta. Kita sudah mengalahkan Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, Hanoi, dan sebagainya. Itu tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahmi, persatuan yang kita jaga bersama-sama," ungkap Pramono. 

Baca Juga: Pramono Usulkan Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng dan Haul Tokoh Betawi di Monas

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa identitas Jakarta tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Betawi sebagai penduduk asli. 

Oleh karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan kebijakan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap tokoh-tokoh Betawi. 

Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah rencana revitalisasi Museum M.H. Thamrin di Jalan Kenari sebagai ikon baru Jakarta.

"Ini adalah sebagai bentuk penghormatan kita pada tokoh besar M.H. Thamrin yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Jakarta," katanya. 

Baca Juga: Festival Lebaran Betawi di Monas Disambut Meriah Warga

Ia juga menyampaikan bahwa Lapangan Banteng akan terus didorong menjadi pusat kegiatan budaya karena memiliki nilai sejarah yang kuat.

"Karena ini adalah tempat yang sangat bersejarah, berbagai pertemuan, acara-acara dari dulu yang mempunyai kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara," ujar dia. 

Dalam rangka memperkuat posisi budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, Pramono merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan hal tersebut. 


Berita Terkait


News Update