Sektor teknis menjadi daya tarik utama. Trekker T9 EV mengandalkan sistem dual motor untuk penggerak 4×4.
Baca Juga: Indomobil JAC Perkenalkan Truk Listrik MetroMover N35 Berpendingin di SIAL Interfood 2025
Motor depan menghasilkan 70 kW, sedangkan motor belakang 150 kW, dengan total tenaga mencapai 220 kW atau sekitar 294 HP. Torsi besar yang dihasilkan memungkinkan kendaraan memiliki traksi instan di berbagai kondisi jalan.
Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan pergantian mode berkendara tanpa harus berhenti.
“Teknologi kami sudah cukup mumpuni, jadi tanpa Bapak harus berhenti, netral, masukin 4L atau 4H, kemudian baru masuk lagi gigi satu untuk jalan lagi. Untuk T9, sambil jalan sambil switch ke drive mode-nya menyesuaikan,” jelas Edo Putro.
Baterai Tahan Air, Jarak Tempuh Ratusan Kilometer
Trekker T9 EV menggunakan baterai berkapasitas 88,02 kWh dari CATL yang sudah dilengkapi sistem pendingin cairan dan sertifikasi IP68.
Dalam kondisi penuh, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 344,5 km.
Perlindungan ekstra juga diberikan pada baterai, mengingat posisinya berada di bagian bawah kendaraan.
“Karena posisi baterai itu di bawah, itu kita buatkan protektor plat lagi di bawah untuk menghindari benturan langsung. Walaupun sebenarnya baterai sendiri sudah ter-cover dengan casing aluminium dengan tebal 2,5 cm,” ujar Edo.
Bidik Sektor Komersial, Tapi Terbuka untuk Konsumen Ritel
Meski difokuskan untuk kebutuhan industri seperti pertambangan, JAC tidak menutup kemungkinan kendaraan ini digunakan oleh konsumen umum.
“JAC Motors passenger untuk saat ini kita masih fokus untuk komersial. Ke depannya ada kemungkinan, Pak, kita akan masuk juga di passenger karena di China pun kita ada passenger-nya,” ungkap Reggie Kurnia.
“Untuk T9 Trekker, itu untuk saat ini masih komersial, namun jika ada penghobi yang menginginkan, kami juga bisa menyediakan untuk ritel,” tambahnya.
