POSKOTA.CO.ID - Purbaya Sebut Anggaran Motor Listrik MBG Disetujui Menkeu Sebelumnya, Tahun Ini Dipastikan Tak Ada
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi masuk dalam anggaran tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa alokasi pembelian kendaraan listrik tersebut sebenarnya telah disetujui dalam anggaran 2025, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Menkeu.
“Untuk tahun ini saya sudah cek, tidak ada lagi pengadaan. Jadi pembelian motor listrik tidak dilanjutkan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Baca Juga: Cara Mudah Top Up E-Wallet via Virtual Account BCA, Ini Daftar Kodenya
Anggaran Lama Diakui Sempat Lolos karena Miskomunikasi
Purbaya mengungkapkan adanya miskomunikasi internal yang sempat membuat sebagian anggaran pengadaan motor listrik tetap berjalan pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, ia sempat mengira pengajuan tersebut telah ditolak. Namun, dalam praktiknya, sebagian anggaran ternyata sudah terlanjur disetujui.
Ke depan, ia memastikan kebijakan belanja dalam program MBG akan lebih selektif dan difokuskan pada kebutuhan utama.
Fokus Anggaran MBG Hanya untuk Kebutuhan Pangan
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penggunaan anggaran MBG hanya untuk penyediaan bahan makanan, bukan untuk pengadaan aset seperti kendaraan.
Baca Juga: Update Harga BBM Hari Ini 30 Maret 2026 di Pertamina, BP, Shell, dan Vivo, Naik Atau Turun?
“Ke depan tidak ada lagi belanja selain untuk bahan makanan,” tegasnya.
BGN: Motor Listrik untuk Operasional Daerah Sulit
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari rencana anggaran 2025.
Kendaraan tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas operasional program MBG, khususnya bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil.
“Motor ini penting untuk menjangkau daerah sulit yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua,” ujar Dadan.
Belum Didistribusikan, Masih Proses Administrasi
Dadan juga memastikan bahwa ribuan motor listrik yang telah direalisasikan hingga kini belum didistribusikan.
Baca Juga: THR ASN Belum Cair? Menkeu Purbaya Ungkap Penyebabnya
Pasalnya, kendaraan tersebut masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan secara resmi.
Ia juga meluruskan isu yang beredar terkait jumlah pengadaan.
“Bukan 70.000 unit. Realisasinya 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit pada 2025,” jelasnya.
Pemerintah Evaluasi Ketat Belanja Program MBG
Dengan keputusan ini, pemerintah menunjukkan langkah pengetatan anggaran dan evaluasi terhadap efektivitas belanja dalam program MBG.
Ke depan, fokus utama diarahkan pada keberlanjutan program melalui pemenuhan gizi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.