Putri dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid resmi dipersunting oleh KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, atau lebih dikenal dengan Ra Mamak. (Sumber: Instagram/@dw_muhammad_dawam)

HIBURAN

Ra Mamak Anak Siapa dan Kerja Apa? Ini Profil Suami Inayah Wahid yang Kini Jadi Menantu Gus Dur

Selasa 07 Apr 2026, 14:39 WIB

POSKOTA.CO.ID - Putri dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid resmi dipersunting oleh KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, atau lebih dikenal dengan Ra Mamak.

Pernikahan keduanya digelar pada 5 April 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, salah satu pesantren besar di Madura.

Informasi mengenai acara tersebut diketahui publik melalui unggahan yang beredar di media sosial, yang kemudian ramai diperbincangkan.

Dalam unggahan itu, Inayah terlihat mengenakan busana putih dengan kerudung senada. Ra Mamak juga tampil dengan pakaian bernuansa putih.

Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat kedua mempelai, mencerminkan suasana sakral sekaligus sederhana.

Publik pun tidak hanya tertarik pada seremoni, tetapi juga pada sosok di balik nama Ra Mamak, suami Inayah Wahid.

Lantas, Ra Mamak sebenarnya anak siapa dan kerja apa? Berikut latar belakang dan profil menantu dari keluarga Gus Dur.

Baca Juga: Viral! Lapor Parkir Liar Lewat JAKI, Warga Malah Terima Bukti Editan AI

Ra Mamak Anak Siapa dan Kerja Apa?

Ra Mamak diketahui lahir di Sumenep pada 16 April 1982. Ia merupakan putra dari ulama, KH Warits Ilyas, sosok yang memiliki pengaruh besar di lingkungan pesantren.

Ia sendiri tumbuh dalam lingkungan religius yang menekankan pendidikan agama, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam perjalanan kariernya, Ra Mamak dikenal sebagai salah satu pengasuh di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, yang merupakan salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.

Di pesantren tersebut, ia memiliki peran penting dalam membina para santri, mengajar ilmu-ilmu keislaman, serta mengembangkan sistem pendidikan berbasis kitab kuning.

Perannya tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang turut membentuk karakter generasi muda.

Kiprahnya di dunia pesantren menjadikan Ra Mamak sebagai salah satu tokoh yang cukup disegani di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Madura.

Tak hanya berkutat di lingkungan pesantren, Ra Mamak juga aktif dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Dia juga tercatat sebagai bagian dari kepengurusan NU di Sumenep. Keterlibatan ini memperluas perannya tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai tokoh yang berkontribusi dalam dinamika sosial dan keagamaan di masyarakat.

Melalui organisasi tersebut, Ra Mamak turut terlibat dalam berbagai kegiatan keumatan, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga isu-isu sosial yang berkembang di tingkat lokal maupun nasional.

Menariknya, kiprah Ra Mamak tidak hanya terbatas di bidang keagamaan. Dirinya pernah masuk dalam bursa calon Bupati Sumenep pada Pilkada 2020.

Meski tidak melaju hingga tahap akhir, langkah tersebut menunjukkan bahwa ia memiliki potensi dan kapasitas sebagai pemimpin publik.

Kehadirannya dalam bursa politik lokal juga menandakan adanya dukungan dan kepercayaan dari masyarakat terhadap sosoknya.

Salah satu keunggulan Ra Mamak yang mencuri perhatian adalah kemampuannya dalam menguasai berbagai bahasa asing.

Kemampuan ini menjadi nilai tambah, terutama dalam konteks dakwah dan komunikasi global. Dia diketahui menguasai Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Prancis.

Keahlian tersebut tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka peluang untuk menjalin relasi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tags:
Inayah Wulandari WahidInayah WahidRa Mamak kerja apaRa Mamak anak siapaRa Mamakputri Gus DurAbdurrahman Wahid

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor