Baca Juga: Bahlil Lahadalia Pastikan Stok BBM Indonesia Aman di Tengah Konflik Iran-Israel
Ancaman Krisis Energi Global
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol sebelumnya memperingatkan potensi krisis bahan bakar avtur dan diesel akibat konflik di Timur Tengah.
Ia menyebutkan bahwa dampak konflik tersebut telah mulai terasa di Asia dan diperkirakan akan meluas ke Eropa pada April atau menjelang Mei 2026. Volume pasokan minyak yang hilang bahkan diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu inflasi serta menekan pertumbuhan ekonomi global, khususnya di negara berkembang yang memiliki keterbatasan cadangan devisa.
Maskapai Waspadai Kelangkaan Avtur
Peringatan serupa juga datang dari CEO grup maskapai Lufthansa, Carsten Spohr. Ia mengungkapkan adanya risiko kelangkaan bahan bakar jet, terutama di luar kawasan Eropa.
Gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah disebut menjadi faktor utama yang dapat memperburuk ketersediaan avtur di berbagai wilayah dunia.
Situasi ini membuat industri penerbangan global perlu bersiap menghadapi potensi tekanan biaya operasional yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
