POSKOTA.CO.ID - Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan sepak bola Tanah Air.
Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang akan menerima ijazah berbasis blockchain.
Arhan diketahui segera menyelesaikan pendidikannya di Universitas Dian Nuswantoro atau Udinus, Semarang, setelah menuntaskan sidang skripsi pada Kamis, 2 April 2026.
Arhan Segera Sandang Gelar Sarjana Ekonomi

Setelah menyelesaikan program studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Arhan akan resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi.
Baca Juga: Nuon Perkuat Kiprah di Ekosistem Digital, Raih Dua Penghargaan Anugerah BUMN 2026
Pencapaian ini semakin spesial karena ia menjadi bagian dari lulusan pertama yang menggunakan sistem ijazah berbasis blockchain di kampus tersebut.
Inovasi ini menandai langkah baru dalam transformasi digital di dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Apa Itu Ijazah Blockchain?
Ijazah blockchain merupakan dokumen akademik digital yang memanfaatkan teknologi Blockchain sebagai sistem penyimpanan data.
Berbeda dengan ijazah kertas konvensional, ijazah ini tersimpan dalam jaringan terdesentralisasi yang memiliki sejumlah keunggulan, seperti:
- Tidak dapat dipalsukan (immutable)
- Transparan dan mudah dilacak
- Memiliki rekam jejak digital permanen
- Bisa diverifikasi secara instan
Dengan sistem ini, risiko pemalsuan dokumen akademik yang selama ini menjadi masalah dapat diminimalkan secara signifikan.
Kolaborasi Internasional Hadirkan Inovasi
Penerapan ijazah blockchain di Udinus tidak lepas dari kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga global, seperti Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center, serta Sealbound UAE.
Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyebut bahwa teknologi ini menjadi solusi atas meningkatnya risiko pemalsuan dokumen di era digital.
Menurutnya, ijazah tidak lagi sekadar lembaran kertas, melainkan dokumen digital yang aman, transparan, dan tidak dapat diubah.
Menuju Era Baru Pendidikan Digital
Hadirnya ijazah berbasis blockchain menjadi bukti bahwa dunia pendidikan Indonesia mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.
Baca Juga: Benarkah Harga Pertamax Bakal Tembus Rp17.850? Ini Kata Pemerintah dan Pertamina Imbau Waspada Hoaks
Selain meningkatkan keamanan, sistem ini juga memudahkan proses verifikasi oleh institusi atau perusahaan secara cepat dan efisien.
Langkah yang diambil Udinus bersama Pratama Arhan ini diprediksi akan menjadi awal dari transformasi besar dalam sistem administrasi pendidikan di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi kampus lain untuk mengikuti inovasi serupa.