CIPUTAT TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Daya saing lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan perkembangan yang semakin kuat.
Selain cepat terserap ke dunia kerja, hampir separuh lulusan kini telah bekerja bahkan sebelum resmi diwisuda. Tren ini sebagai indikator meningkatnya relevansi kualitas lulusan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Ini menunjukkan lulusan UIN Jakarta tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, adaptabilitas, dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, kepada awak media, Kamis, 2 Maret 2026.
Berdasarkan laporan Tracer Study yang dirilis Pusat Karir kampus tersebut, pada 2025 sebanyak 49,69 persen lulusan mengaku sudah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan studi.
Baca Juga: Kejati Banten Selidiki Dugaan Korupsi Aset Negara di UIN Jakarta, Eks Rektor Dipanggil
Angka ini meningkat dibandingkan 44,41 persen pada 2024 dan 38,00 persen pada 2023, menandakan tren positif kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional sejak dini.
Meski demikian, secara keseluruhan persentase lulusan yang telah bekerja pada 2025 tercatat 49,72 persen, sedikit menurun dibandingkan 61,06 persen pada 2024 dan 62,71 persen pada 2023.
Penurunan ini bukan menunjukkan pelemahan, melainkan pergeseran tren karena semakin banyak mahasiswa yang sudah bekerja sebelum lulus.
Kepala Pusat Karir UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, menilai capaian ini tidak terlepas dari perubahan pendekatan dalam pembekalan mahasiswa. Ditambah lulusan kini semakin fleksibel dalam menentukan jalur karier.
Baca Juga: Update Kondisi Fara Korban Pembacokan di UIN Suska Riau, Penampilan Terbarunya Jadi Perbincangan
Mereka tidak hanya berkiprah di bidang hukum seperti advokat dan hakim, tetapi juga merambah sektor lain seperti perbankan syariah hingga militer.
“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri mulai dari komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, hingga pengalaman magang,” jelas Kholis
Selain itu, kata Kholis, masa tunggu kerja juga semakin singkat. Sebanyak 44,51 persen lulusan tahun 2025 berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Sementara itu, jumlah lulusan yang menunggu 6-18 bulan turun signifikan dari 19,73 persen pada 2023 menjadi 5,34 persen pada 2025. Bahkan, yang menunggu lebih dari 18 bulan kini hanya 0,39 persen.
Menurut Kholis, berbagai program yang dijalankan Pusat Karir menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Sehingga dengan tren yang terus menguat ini, UIN Jakarta kian menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan kompetitif, adaptif, dan siap kerja, bahkan sebelum menuntaskan masa studi mereka.
“Tujuan kami jelas, mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga pengalaman dan kepercayaan diri untuk langsung bersaing di dunia kerja,” beber Kholis.