POSKOTA.CO.ID - Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang membebaskan Amsal Sitepu dalam kasus video profil desa mendapat respons positif dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPP Gekrafs).
Putusan ini dinilai bukan sekadar menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga membawa harapan baru bagi para pelaku industri kreatif di Tanah Air. Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyebut bahwa keputusan tersebut menjadi bukti bahwa keadilan masih berpihak pada kebenaran.
“Putusan ini meneguhkan bahwa keadilan berpihak pada kebenaran. Ini bukan hanya kemenangan bagi Amsal Sitepu, tetapi juga bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Kawendra, Rabu, 1 April 2026.
Pengakuan atas Profesi Kreatif
Lebih jauh, Kawendra menilai vonis bebas tersebut memiliki makna yang lebih luas, terutama bagi para pekerja kreatif yang selama ini merasa profesinya kurang mendapat penghargaan.
Menurutnya, kasus yang menimpa Amsal dapat menjadi refleksi penting agar ke depan tidak ada lagi profesi di sektor kreatif yang dipandang sebelah mata.
“Kita tidak boleh lagi membiarkan ide, editing, dubbing, cutting, dan kreativitas dianggap nol. Putusan ini menjadi momentum agar profesi kreatif semakin dihargai dan dilindungi,” tegasnya.
Dorongan untuk Kebangkitan Ekonomi Kreatif
Gekrafs juga melihat putusan ini sebagai peluang untuk mendorong kebangkitan sektor ekonomi kreatif secara lebih luas. Hal ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan industri kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Kawendra menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto yang selama ini menaruh perhatian besar terhadap sektor tersebut.
“Pak Prabowo selalu menekankan bahwa ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia. Karena itu, negara harus hadir melindungi para pejuang ekonomi kreatif, bukan justru membuat mereka takut berkarya atau takut bermitra dengan pemerintah,” ujarnya.
Komitmen Kawal Ekosistem Kreatif
Ke depan, DPP Gekrafs memastikan akan terus mengawal kepentingan para pelaku ekonomi kreatif, termasuk mendorong kebijakan yang lebih adaptif di tengah perkembangan industri digital.
Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem yang adil dan mendukung pertumbuhan kreator di berbagai daerah.
“Kami akan terus memperjuangkan ekosistem yang sehat, adil, dan berpihak pada kreator. Karena ketika kreator tumbuh, ekonomi bangsa ikut bergerak," tutup Kawendra.