Polri Tangkap Buronan Interpol Asal Inggris di Bali

Rabu 01 Apr 2026, 15:32 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap buronan internasional, seorang warga negara Inggris, Steven Lyons, 45 tahun, di Bali. (Sumber: Dok. Mabes Polri)

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap buronan internasional, seorang warga negara Inggris, Steven Lyons, 45 tahun, di Bali. (Sumber: Dok. Mabes Polri)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap seorang warga negara Inggris, Steven Lyons, 45 tahun, yang masuk dalam daftar buronan internasional.

Pria yang diduga terlibat jaringan kejahatan lintas negara berskala besar tersebut ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 11.58 WITA.

"Operasi ini merupakan hasil kerja sama antara Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan pihak Imigrasi," ujar Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Untung Widiyatmoko, dalam keterangannya dikutip, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Untung, penangkapan buronan interpol tersebut tidak lepas dari koordinasi intelijen internasional yang cepat dan akurat.

Baca Juga: Apakah Pegawai Swasta Ikut Kebijakan WFH Tiap Jumat? Ini Penjelasannya

Kata dia, penangkapan berawal dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan presisi. Kemudian NCB Interpol Indonesia menerima pemberitahuan dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan subjek red notice yang tengah menuju Indonesia. 

"Berdasarkan informasi tersebut, Divhubinter Polri segera mengambil langkah pencegatan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Bali serta Imigrasi,” beber Untung.

Lyons diketahui masuk dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026.

Penangkapan ini juga menjadi bagian dari operasi gabungan internasional bertajuk Operasi Armourum yang melibatkan otoritas dari Spanyol dan Skotlandia, termasuk Guardia Civil dan Police Scotland.

Baca Juga: Aturan Baru BBM Bersubsidi 2026: Pembelian Pertalite dan Solar Kini Dibatasi

Dalam pengungkapan tersebut, Lyons disebut sebagai pimpinan jaringan kejahatan terorganisasi ‘Lyons Crime Family’ yang berbasis di Skotlandia.


Berita Terkait


News Update