JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Jakarta mulai menunjukkan tren penurunan setelah sempat melonjak menjelang hingga saat momen Lebaran 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh kembali normalnya aktivitas panen dan distribusi yang sebelumnya sempat tersendat selama periode hari raya.
Salah satu pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sodiq, 32 tahun , yang bekerja di Rumah Tani Nusantara mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah sempat menyentuh angka yang cukup tinggi sebelum Lebaran. Namun kini harga mulai berangsur turun seiring pasokan yang kembali melimpah di pasaran.
“Kalau sebelum Lebaran itu rawit merah sempat naik sampai Rp120 ribu per kilogram, bahkan sempat di angka Rp110 ribu. Tapi sekarang turun terus, jadi Rp100 ribu, Rp90 ribu, sampai sekarang Rp80 ribu,” ujar Sodiq saat ditemui, Minggu, 29 Maret 2026.
Harga Cabai di Pasar Senen Mulai Stabil
Tidak hanya cabai rawit merah, penurunan harga juga terjadi pada beberapa jenis cabai lainnya. Saat ini, harga cabai di Pasar Senen tercatat berada di kisaran yang lebih stabil dibandingkan saat menjelang Lebaran Idulfitri.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini 16 Maret 2026: Cabai, Telur, Daging, hingga Minyak Goreng Semua Naik
Berikut daftar harga cabai terbaru di pasar tersebut:
- Cabai rawit merah: Rp80.000 per kilogram
- Cabai rawit hijau: Rp40.000 per kilogram
- Cabai keriting: Rp40.000 per kilogram
- Cabai merah besar: Rp45.000 per kilogram
Menurut Sodiq, lonjakan harga cabai sebelumnya dipicu oleh minimnya aktivitas panen dari petani menjelang Lebaran. Banyak petani yang tidak melakukan pemetikan, sehingga pasokan cabai di pasar menurun drastis dan harga pun melonjak.
“Waktu itu kan menjelang Lebaran nggak ada yang petik, jadi barang kosong, otomatis harga naik. Sekarang sudah banyak yang petik lagi, jadi harga turun,” jelasnya.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp74.750 per Kilogram
Distribusi Cabai Kembali Lancar
Selain faktor panen, kondisi distribusi cabai yang kini kembali lancar juga berperan penting dalam menstabilkan harga di pasar.
Sodiq menyebutkan bahwa pasokan cabai yang masuk ke pasar saat ini relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau sekarang distribusi aman, stok juga banyak,” katanya.
Dalam kondisi normal, ia mengaku mampu menyimpan stok cabai dalam jumlah besar untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik Saat Ramadhan, Pemprov DKI Beberkan Alasannya
“Kalau stok bisa sampai 5 kuintal, kadang bahkan sampai 8 kuintal,” ungkapnya.
Omzet Pedagang Justru Menurun
Meski harga cabai saat ini cenderung turun, kondisi tersebut tidak serta-merta meningkatkan omzet pedagang. Sodiq mengaku penjualan justru mengalami penurunan dibandingkan saat Lebaran.
Hal ini diduga karena aktivitas masyarakat di Jakarta belum sepenuhnya kembali normal. Sebagian warga masih berada di kampung halaman setelah mudik Lebaran, sehingga permintaan cabai di pasar juga menurun.
“Omzet sekarang agak menurun. Mungkin karena masih liburan sekolah juga, banyak orang mudik belum balik,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat momen Lebaran permintaan cabai meningkat tajam sehingga turut mendongkrak pendapatan pedagang.
“Kalau Lebaran kemarin memang naik. Saya jual rawit merah bisa sampai Rp120 ribu per kilogram,” katanya.
Harga Cabai Diperkirakan Stabil
Dengan kondisi pasokan yang kembali normal dan distribusi yang lancar, Sodiq memperkirakan harga cabai di pasar tradisional Jakarta akan cenderung stabil dalam waktu dekat.
Ia berharap permintaan akan kembali meningkat setelah masyarakat kembali beraktivitas normal di ibu kota.
“Sekarang harga sudah mulai stabil lagi, tinggal nunggu orang-orang balik supaya permintaan naik,” pungkasnya. (cr-4).