CIKAMPEK, POSKOTA.CO.ID - Kondisi lalu lintas pada periode arus balik Idulfitri 1447 H/2026 di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai normal.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama pihak Kepolisian resmi menghentikan rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta, pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 01.08 WIB.
"Kebijakan ini diambil setelah situasi arus kendaraan dinilai berangsur normal," ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dikutip dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026.
Menurut Ria, penghentian contraflow dilakukan berdasarkan diskresi Kepolisian setelah evaluasi kondisi di lapangan menunjukkan arus lalu lintas semakin terkendali.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Volume Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Naik 3,34 Persen
Meski demikian, upaya pengaturan kendaraan masih terus dilakukan melalui skema one way lokal guna mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.
“Penghentian contraflow dilakukan setelah evaluasi bersama Kepolisian menunjukkan kondisi lalu lintas yang semakin terkendali," ucap Ria.
Rekayasa lalu lintas one way lokal saat ini masih diberlakukan mulai dari KM 263 Ruas Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran arus balik yang masih berpotensi meningkat, terutama dari wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Baca Juga: Jadwal One Way Lebaran 2026 Hari Ini Mulai Jam Berapa? Simak Waktu Rekayasa Lalu Lintas Nasional
“Namun demikian, kami tetap mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah timur dengan masih diberlakukannya one way lokal," terang Ria.
Lanjut Ria, untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, JTT juga mengoptimalkan operasional gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama. Sebanyak 22 gardu tol arah Jakarta dan 8 gardu arah timur dioperasikan guna mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean kendaraan.
Selain itu, pengguna jalan tol diimbau untuk memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang.
"Memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol," ucap Ria.