JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, mulai turun signifikan usai Lebaran 2026. Kondisi ini disambut lega oleh pembeli dan pedagang makanan setelah sebelumnya terbebani lonjakan harga selama periode hari raya.
Seorang pembeli, Nurhayati, 38 tahun, mengaku merasakan perbedaan harga yang cukup tajam karena sebelumnya harga cabai rawit merah sempat melonjak tinggi menjelang Lebaran hingga memaksanya mengurangi pembelian.
“Kalau sebelum Lebaran itu mahal banget, rawit merah bisa sampai Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kilo. Jadi saya biasanya beli cuma sedikit, paling setengah kilo, itu juga nggak banyak dapatnya,” ujar Nurhayati saat ditemui di Pasar Senen, Minggu, 29 Maret 2025.
Namun setelah Lebaran, Nurhayati melihat harga mulai turun cukup signifikan. Saat ini, menurutnya, harga cabai rawit merah sudah berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Bahkan, ia menyebut bahwa beberapa jenis cabai lain seperti cabai keriting dan rawit hijau juga ikut turun.
Baca Juga: Viral Pemalakan Modus Pengawalan di Tanah Abang, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap
“Sekarang udah lumayan turun, tadi sih rawit merah sekitar Rp80 ribu per kilo. Cabai keriting sama rawit hijau juga sekitar Rp40 ribuan. Jadi sekarang saya sudah bisa beli lebih banyak dibanding kemarin sebelum Lebaran,” ucap Nurhayati.
Nurhayati pun merasa lebih lega dengan kondisi harga saat ini karena kebutuhan dapur bisa kembali normal. Dia berharap, agar harga cabe dapat tetap stabil usai lebaran ini.
“Kalau sekarang sih lebih enak, nggak terlalu berat di pengeluaran. Soalnya cabai kan kebutuhan sehari-hari ya, apalagi buat masak," kata Nurhayati.
"Mudah-mudahan harganya tetap stabil ke depan,” ucapnya.
Baca Juga: Lalu Lintas Arus Balik Mulai Normal, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan
Sementara itu, Rudi 44 tahun, Pedagang Makanan di Senen, Jakarta Pusat, juga merasakan dampak lonjakan harga cabai sebelum Lebaran. Ia mengaku sempat kesulitan menjaga biaya produksi karena harga cabai yang tinggi.
“Waktu sebelum Lebaran itu harga cabai tinggi tuh, rawit merah bisa sampai Rp120 ribu per kilo. Buat kami yang jualan makanan, itu berat karena cabai kan bahan utama," kata Rudi.
Bahkan Rudi harus menaikan harga makanannya yang menggunakan cabai rawit tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut cukup memengaruhi penjualannya karena pelanggan juga sensitif terhadap kenaikan harga makanan.
"Mau nggak mau harus dikurangi pemakaiannya atau dinaikkan harga jual,” ujar Rudi.
“Kalau harga makanan naik, pembeli kadang berkurang. Jadi serba salah juga waktu itu,” katanya.
Baca Juga: Usai Lebaran Idulfitri Harga Cabai di Jakarta Turun, Rawit Merah Kini Sentuh Rp80 Ribu per Kilogram
Namun setelah Lebaran, ia merasa situasi mulai membaik seiring turunnya harga cabai di pasaran. Saat ini, harga rawit merah sudah turun ke kisaran Rp80 ribu per kilogram, sementara cabai jenis lain berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
“Sekarang sudah lebih mending, rawit merah sekitar Rp80 ribu. Cabai keriting sama rawit hijau Rp40 ribuan, merah besar sekitar Rp45 ribu. Jadi biaya produksi sudah mulai turun lagi,” kata Rudi.
Rudy berharap kondisi ini bisa terus bertahan agar usahanya kembali stabil.
“Harapannya sih harga tetap stabil, jangan naik lagi. Biar kami yang jualan juga bisa normal lagi dan pembeli juga nggak beban,” ungkap Rudi. (cr-4)