POSKOTA.CO.ID - Pemerintah melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi lonjakan arus balik miduk Lebaran 2026 gelombang kedua.
Pergerakan kendaraan yang diprediksi meningkat tajam menuju Jakarta menjadi perhatian utama dalam beberapa hari terakhir masa libur.
Sejumlah skema rekayasa lalu lintas pun disiapkan untuk menjaga kelancaran perjalanan para pemudik yang kembali ke ibu kota. Fokus utama diarahkan pada ruas tol Trans Jawa yang menjadi jalur favorit arus balik mudik dari wilayah timur.
Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah sistem one way lokal di titik-titik krusial. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meminimalisir potensi kemacetan panjang saat puncak arus balik berlangsung.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus ke Tanjung Priok Usai Lebaran 2026
One Way Lokal KM 390–70 Disiapkan
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas One Way Lokal dari KM 390 (wilayah Kendal) hingga KM 70 (Jakarta). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan saat puncak arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 2026 tahap dua.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, menjelaskan bahwa penerapan one way lokal tahap tiga ini akan diberlakukan sebelum skema nasional dijalankan.
“Jadi malam agak landai dan hari ini hasil koordinasi dengan stakeholder, kami akan mencoba memberlakukan One Way Lokal tahap 3 presisi sebelum nanti menuju One Way Nasional arus balik tahap kedua,” kata Agus, kepada awak media, Sabtu 28 Maret 2026.
“Kalau One Way Lokal tahap 3 di kilometer 390 di wilayah Kendal, dari Kendal sampai ke kilometer 70. Ini masih mampu untuk mengelola flow daripada arus balik yang dari arah timur, baik itu dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Solo Raya, Jogja, kami akan berlakukan itu,” sambungnya.
Opsi One Way Nasional Jika Volume Kendaraan Meningkat
Korlantas juga membuka kemungkinan penerapan one way nasional apabila terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan. “Namun demikian ketika nanti ada bangkitan arus, kami akan minta petunjuk kepada Bapak Kapolri apakah kami harus buka One Way Nasional tahap 2 arus balik. Itu nanti akan kita pertimbangkan,” jelasnya.
“Karena kami juga akan mempertimbangkan warga yang akan menuju ke arah timur juga. Ini semuanya penting, tetapi kita akan mengambil prioritas. Jadi prioritasnya adalah duta-duta arah balik yang kita tunggu hari ini atau sampai besok pagi,” tambahnya.
One Way Lokal Tahap 2 Masih Berlaku
Sebelumnya, Korlantas masih menerapkan one way lokal tahap dua di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya dari KM 263 hingga KM 70.
“Sampai saat ini kita masih monitor ya. Perintah Bapak Kapolri agar KRYD ini tetap melayani arus balik secara optimal. Jadi sampai saat ini One Way Lokal tahap pertama, One Way Lokal tahap kedua dari 263 hingga 70 masih kita berlakukan hingga hari ini juga,” jelasnya.
Selain itu, rekayasa lalu lintas lain seperti contra flow juga telah diterapkan di KM 70 hingga KM 55 Tol Jakarta-Cikampek untuk membantu mengurai kepadatan.
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi Hari Ini
Korlantas memprediksi puncak arus balik gelombang kedua akan terjadi pada Sabtu 28 Maret 2026, seiring masih banyaknya pemudik yang kembali ke Jakarta.
"Khususnya rekan-rekan kita yang masih ada di kampung halaman dan kemungkinan malam ini atau besok akan mudik balik ke Jakarta," ujar Agus kepada awak media.
Ia menambahkan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, mulai dari perpanjangan one way lokal hingga penerapan one way nasional. "Jadi apakah kita perpanjang ke One Way tahap tiga atau mungkin langsung kami tarik ke One Way Nasional," tambahnya.
Dengan berbagai skema yang telah disiapkan, diharapkan arus balik gelombang kedua dapat berjalan lebih terkendali meskipun volume kendaraan terus meningkat menuju ibu kota.
