Hendrik Irawan Minta Maaf usai Video Joget Viral, Akui Dapur SPPG Rp3,5 Miliar Belum Balik Modal

Jumat 27 Mar 2026, 14:53 WIB
Hendrik Irawan klarifikasi video viral soal insentif MBG Rp6 juta per hari. (Sumber: TikTok/@mitrapangaubanbatujajar)

Hendrik Irawan klarifikasi video viral soal insentif MBG Rp6 juta per hari. (Sumber: TikTok/@mitrapangaubanbatujajar)

POSKOTA.CO.ID - Viralnya video aksi joget yang dilakukan oleh mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.

Video tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah menyinggung insentif sebesar Rp6 juta per hari.

Dalam pernyataan resminya, Hendrik tidak hanya memberikan penjelasan terkait insentif tersebut, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menilai narasi yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman luas.

Klarifikasi ini disampaikan melalui unggahan pada Selasa 24 Maret 2026, sekaligus menjadi upaya untuk meluruskan informasi yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Sosok Selingkuhan Eric Syafutra Siapa? Shyalimar Malik Klaim Punya Bukti Transfer dan Hotel

Insentif Rp6 Juta Bukan Keuntungan Bersih

Hendrik menegaskan bahwa angka Rp6 juta per hari yang ramai dibicarakan bukanlah keuntungan bersih yang ia terima. Menurutnya, angka tersebut merupakan bagian dari skema operasional yang telah diatur dalam petunjuk teknis oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk menunjang operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan sebagai pendapatan pribadi.

“Kami membangun dapur hampir 1.000 meter persegi, semuanya dari uang pribadi, bukan dari pemerintah,” ujarnya

Baca Juga: Video Viral Mitra MBG Joget Klaim Insentif Rp6 Juta per Hari, Berujung Laporan Polisi

Bangun Dapur dari Dana Pribadi, Belum Balik Modal

Lebih lanjut, Hendrik mengungkapkan bahwa pembangunan dapur SPPG dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dana pemerintah. Ia mengaku telah menginvestasikan dana hingga Rp3,5 miliar demi mendukung program Presiden Prabowo Subianto.

Meski terlihat besar, ia menegaskan bahwa hingga saat ini usaha tersebut belum menghasilkan keuntungan. “Sampai sekarang kami belum balik modal. Insentif itu juga bukan hanya untuk dapur saya, tapi berlaku untuk semua SPPG,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa insentif Rp6 juta per hari tidak diterima selama satu bulan penuh, melainkan hanya dihitung selama 24 hari operasional.

Minta Maaf atas Video Joget yang Viral

Menanggapi aksi jogetnya yang viral, Hendrik menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menyadari bahwa tindakannya dianggap kurang tepat, terutama karena terjadi di momen Lebaran. “Jika ada kata yang menyakiti, saya mohon maaf, apalagi ini masih suasana Idulfitri,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto karena aksinya dinilai kurang pantas dikaitkan dengan program pemerintah.

Baca Juga: Adhisty Zara Sakit Apa? Heboh Eks Member JKT48 Putuskan Mundur dari Proyek Sinetron

Video Diparodikan, Hendrik Siap Tempuh Jalur Hukum

Kasus ini bermula dari beredarnya video joget Hendrik dengan narasi menerima insentif Rp6 juta per hari yang kemudian menuai kritik dari warganet. Bahkan, video tersebut sempat diparodikan oleh sejumlah akun media sosial.

Merasa dirugikan, Hendrik berencana mengambil langkah hukum dengan melaporkan dua akun Instagram ke Polres Cimahi, Jawa Barat. Ia menilai akun tersebut telah menyebarkan video tanpa izin dan menambahkan narasi yang tidak sesuai konteks.

“Video itu diberi narasi seolah saya bersenang-senang menerima uang, padahal tidak seperti itu,” tegasnya.

Klarifikasi yang disampaikan Hendrik Irawan diharapkan dapat meluruskan persepsi publik terkait program MBG dan operasional dapur SPPG. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami informasi secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Berita Terkait


News Update