Pada sebagian perangkat foldable saat ini, lipatan tersebut masih terlihat jelas dan dapat dirasakan ketika pengguna menggeser jari di layar. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi produsen smartphone lipat.
Apple disebut sedang mengembangkan teknologi layar yang mampu meminimalkan tampilan lipatan tersebut.
Menariknya, layar untuk iPhone Fold justru diperkirakan tetap dipasok oleh Samsung, yang selama ini menjadi salah satu produsen panel layar terbesar di dunia.
Teknologi panel terbaru yang digunakan Apple disebut mampu mengurangi tampilan crease secara signifikan, sehingga pengalaman visual saat membuka layar menjadi lebih mulus.
Jika inovasi ini benar-benar terealisasi, iPhone Fold bisa menawarkan pengalaman layar yang lebih nyaman dibandingkan Galaxy Z Fold 8 yang kemungkinan masih mempertahankan lipatan layar.
2. Desain Layar Lebih Lebar
Keunggulan lain yang disebut akan dimiliki iPhone Fold adalah rasio layar yang lebih lebar dibandingkan sebagian perangkat foldable saat ini.
Perangkat ini diperkirakan menggunakan desain bergaya “passport” dengan rasio sekitar 4:3 pada layar utama.
Layar internalnya disebut memiliki ukuran sekitar 7,8 inci, yang dinilai cukup luas untuk berbagai aktivitas, mulai dari menonton video hingga bekerja dengan beberapa aplikasi sekaligus.
Rasio tersebut dinilai lebih ideal untuk konsumsi konten multimedia karena dapat mengurangi munculnya bilah hitam di bagian atas dan bawah layar ketika menonton video.
Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold biasanya memiliki layar yang cenderung mendekati bentuk persegi.
Desain tersebut terkadang membuat tampilan video tidak sepenuhnya memanfaatkan area layar.
Selain layar utama, iPhone Fold juga diperkirakan memiliki layar depan berukuran sekitar 5,5 inci.
