POSKOTA.CO.ID - Usai menjalankan ibadah puasa di Ramadhan serta merayakan Idul Fitri, umat Islam disarankan untuk menjalankan puasa sunnah Syawal.
Pada tahun 2026, puasa Syawal bisa dimulai sejak Minggu, 22 Maret yang jatuh pada tanggal 2 Syawal 1447 Hijriah.
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Pelaksanaannya bersifat fleksibel, sehingga tidak harus dijalankan secara berturut-turut.
Umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing selama masih berada dalam bulan Syawal.
Baca Juga: Kapan Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaan Pahalanya
Dalam menunaikan puasa ini, niat menjadi syarat utama. Niat puasa Syawal dapat dilakukan sejak malam hari atau pada pagi hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat Bacaan Puasa Syawal
“Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala,”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Bolehkah Awal Puasa Ikut Muhammadiyah, Tapi Lebaran Mengikuti NU? Ini Penjelasan Fikihnya
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki keutamaan yang membuatnya sangat dianjurkan. Salah satu keutamaannya adalah pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa puasa Ramadan yang dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun.
Selain itu, puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Amalan ini membantu menutupi kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa wajib.
Di sisi lain, puasa Syawal juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat dan ampunan yang diberikan oleh Allah SWT selama bulan suci.
Tidak hanya bernilai spiritual, puasa Syawal juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.
Dengan berpuasa, tubuh mendapatkan waktu untuk beristirahat, membantu proses detoksifikasi, serta menjaga keseimbangan pola makan dan berat badan.