POSKOTA.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kasus campak di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang cukup drastis sepanjang tahun 2026.
Pemantauan hingga minggu ke-11 mencatat sebanyak 177 kasus suspek dan 121 kasus terkonfirmasi campak. Angka ini turun tajam dibandingkan minggu pertama yang mencapai 2.740 suspek dan 2.268 kasus.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa penurunan terjadi secara bertahap sejak minggu ketiga.
“Tren mingguan terus menurun hingga minggu ke-11, dengan penurunan sekitar 94 hingga 95 persen dari puncak kasus di minggu pertama,” ujarnya di Jakarta pada Kamis, 26 Maret 2026.
Baca Juga: Pemerintah Terapkan WFH Demi Hemat BBM Usai Lebaran 2026, Ini Aturan dan Skemanya
Sempat Meningkat, Kasus Kini Berhasil Ditekan

Sebelumnya, lonjakan kasus campak sempat terjadi hingga minggu ke-9 tahun 2026. Saat itu, total tercatat 10.826 suspek dengan 8.716 kasus terkonfirmasi.
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebutkan bahwa pada minggu ke-9 bahkan terjadi tambahan sekitar 500 kasus baru.
Jika ditarik ke minggu ke-8, data menunjukkan terdapat 10.453 suspek, 8.372 kasus, dan 6 kematian. Sementara pada minggu ke-7, tercatat 8.224 suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian.
Penyebaran Sempat Picu KLB di 11 Provinsi
Lonjakan kasus campak sebelumnya bahkan sempat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Sampai Kapan? Ini Tanggal Masuk Anak Sekolah
Sebanyak 45 KLB dilaporkan terjadi di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, antara lain:
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
