JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), Ali Mahsun meluncurkan program Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP) sebagai langkah konkret membangkitkan ekonomi rakyat berbasis pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM.
Ia menegaskan bahwa revolusi PKL adalah jawaban terhadap situasi ekonomi nasional yang stagnan. Jawaban untuk bangkitkan lesunya UMKM Indonesia.
Program MUPP akan menyasar 20 juta pelaku UMKM baru dan merevitalisasi 20 juta pelaku UMKM eksisting di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Doni Romdoni, Ajak Pelaku UMKM Pandeglang Kreatif
Langkah ini jadi keharusan Indonesia agar sukses jemput puncak demografi 2030 yang mensyaratkan 100 juta UMKM unggul, serta mampu rengkuh pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen tahun 2029.
"Ini adalah sebuah keniscayaan demi utuhnya kedaulatan ekonomi bangsa, merah putih dan NKRI ditengah kondisi global makin tidak menguntungkan,” kata Ali Mashun.
“Rakyat dan bangsa ini harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, harus mampu bersaing dan unggul di dunia global. Oleh karena itu, PKL dan UMKM harus mampu maju, unggul, serta naik kelas. Untuk itu harus bersatu dan tangguh," ucapnya.
Baca Juga: Jakarta Hijab Fest 2026 Digelar di Tanah Abang, Pramono Anung Dorong Kebangkitan UMKM Fesyen Muslim
Sementara, Ali Mahsun sendiri juga mendukung program pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta terkait pemberdayaan terhadap pelaku UMKM hingga sampai ke pendampingan hingga promosi.
Menurutnya, langkah tersebut sangat baik sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil khususnya di Jakarta.
Selain membuat program, Ali Mahsun dikenal aktif menyuarakan aspirasi rakyat kecil khususnya yang berkaitan dengan pedagang.
