BANTEN, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 157 kasus abak teepisah dari orang tuanya di kawasan wisata di Banten, selama musim liburan Idul Fitri tahun 2026 ini.
Data kasus tersebut, tercatat oleh tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten, yang tengah melaksanakan tugas pengamanan di tiap destinasi wisata di beberapa daerah di Banten ini.
Ketua Balawista Banten, Ade Ervin menyebut selama pengamanan wisata, tim Balawista mencatat ada sebanyak 157 kasus anak yang terpisah dari orang tuanya di kawasan wisata.
Baca Juga: Husnul Khotimah Foundation Salurkan 500 Paket Sembako dan Bantuan Tunai di Tasikmalaya
Dari banyaknya kasus tersebut, semuanya teratasi oleh tim Balawista. Artinya, anak yang terpish dari orang tuanya sudah dipertemukan kembali.
"Sebanyaj 157 kasus anak terpisah dari orang tuanya di kawasan wista, telah berhasil dipertemukan lagi oleh tim siaga wisata," ujar Ade, Rabu 25 Maret 2026.
Ade Ervin menyebut, dari sekian banyak kasus anak terpisah dari orang tuanya, kejadian yang mendominasi itu di wilayah Carita, Pandeglang dan Anyer, Kabupaten Serang.
Baca Juga: 500 Ribu Wistawan Berkunjung ke Banten pada Libur Lebaran Idul Fitri 2026
"Kejadian yang mendominasi itu di Carita dan Anyer," ungkapnya.
Selain kasus anak terpisah dari orang tuanya, ada dua kejadian kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan diantaranya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
"Kejadian laka laut yang melibatkan wisatawan terjadi di Pantai Kayakas, Pulau Manuk, Lebak, dan satu korbannya sedang dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan," ujarnya.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Ratusan Ribu Wisatawan Kunjungi Berbagai Objek Wisata di Kabupaten Serang
"Kemudian, tadi ada satu kejadian lagi di Curug Goong, Pandeglang, nanti informasi lengkapnya kami Update lagi," kata dia. (fat)
