Di tengah konflik geopolitik, Iran tetap membuka Selat Hormuz untuk kapal negara netral dengan syarat khusus, termasuk penggunaan mata uang yuan dalam transaksi minyak. (Sumber: X/@idextratime)

Internasional

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Dibuka, Hanya Blokir Kapal Musuh

Rabu 18 Mar 2026, 15:40 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat seiring konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Di tengah situasi tersebut, perhatian dunia tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.

Meski sempat muncul kabar penutupan jalur tersebut, pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dapat dilalui oleh kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat konflik. Namun, akses tersebut diberikan dengan sejumlah syarat dan pengawasan ketat dari militer.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Iran tetap berupaya menjaga stabilitas arus perdagangan energi, meskipun tekanan politik dan militer terus meningkat di kawasan.

Baca Juga: Kabar Netanyahu Meninggal Akibat Serangan Udara Iran Viral, Benarkah?

Penegasan Iran soal Akses Selat Hormuz

Selat Hormuz, dampak terhadap ekonomi dunia apabila jalur perdagangan minyak ini ditutup. (Sumber: X/@idextratime)

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa akses Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Iran hanya membatasi kapal yang dianggap berasal dari pihak musuh atau pendukung agresi terhadap negaranya.

"Kapal-kapal milik negara-negara yang tidak terlibat dalam perang telah diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin dari militer Iran," jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei dalam pernyataan yang dikutip media lokal Teheran.

Kebijakan ini menunjukkan pendekatan selektif Iran dalam mengontrol jalur pelayaran strategis, tanpa sepenuhnya menghentikan aktivitas ekonomi global yang bergantung pada jalur tersebut.

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Area Konflik Iran–AS–Israel, Ini Kronologinya

Instruksi Pemimpin Tertinggi dan Syarat Transaksi Yuan

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menginstruksikan agar Selat Hormuz tetap diblokade bagi kapal yang dikategorikan sebagai musuh. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan jalur tersebut sebagai alat tekanan strategis.

"Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," kata Khamenei, menegaskan sikap tegas pemerintahannya di tengah situasi kritis ini.

Di sisi lain, Iran juga dikabarkan menerapkan kebijakan baru terkait transaksi minyak. Kapal tanker yang ingin melintas di Selat Hormuz diwajibkan melakukan transaksi menggunakan mata uang yuan.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi Iran untuk memperkuat kendali atas jalur perdagangan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan perubahan arah kebijakan ekonomi Iran dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Baca Juga: Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026: Apakah Timnas Indonesia Berpeluang Menggantikan?

Strategi Baru Iran di Tengah Tekanan Global

Penerapan syarat transaksi yuan dan pembatasan akses kapal menunjukkan upaya Iran dalam memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz sebagai alat negosiasi geopolitik. Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial dalam distribusi minyak dunia.

Dengan kebijakan terbaru ini, Iran tidak hanya mempertahankan pengaruhnya di kawasan, tetapi juga mencoba membentuk ulang pola perdagangan energi global. Situasi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya tensi antara negara-negara yang terlibat konflik.

Tags:
Irankonflik Iran Israel ASSelat HormuzPenegasan Iran soal Akses Selat HormuzMojtaba Khamenei

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor