POSKOTA.CO.ID - Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Banyak warga mulai mempertanyakan ketersediaan BBM di wilayah tersebut, terutama karena antrean kendaraan terjadi cukup panjang di beberapa titik pengisian bahan bakar.
Situasi ini terjadi menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan hingga mendekati perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, yang biasanya diikuti dengan lonjakan konsumsi energi.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok dan distribusi BBM di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tetap aman serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Polres Serang Perketat Patroli Malam, Antisipasi Aksi Geng Motor hingga Kejahatan Jalanan
Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Kalbar Tetap Lancar
Pertamina menegaskan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat yang muncul akibat beredarnya informasi mengenai dugaan kelangkaan BBM.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terhadap situasi di lapangan. Namun kami pastikan pasokan BBM di wilayah Sambas dan sekitarnya tetap aman, dan distribusi berjalan rutin setiap hari,” ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa Pertamina terus melakukan pemantauan kondisi distribusi di lapangan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Lepas Rombongan Mudik Gratis, PT IRT Sediakan 50 Bus
Penyaluran BBM Ditambah dan SPBU Buka 24 Jam
Sementara itu, Sales Area Manager Kalimantan Barat Pertamina Patra Niaga, Widhi Tri Ardhi Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan BBM.
Pada Jumat 13 Maret 2026, Pertamina menyalurkan sekitar 312.000 liter BBM yang terdiri dari Pertalite dan Biosolar ke 24 SPBU prioritas di wilayah Kota Pontianak. SPBU tersebut juga melayani kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya.
“Kami juga mengoptimalkan operasional SPBU dengan membuka layanan 24 jam di delapan SPBU di Kota Pontianak guna memperlancar pelayanan kepada masyarakat,” kata Widhi.
Selain memperkuat distribusi, Pertamina juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pemantauan di lapangan.bLangkah tersebut dilakukan guna mencegah potensi penimbunan maupun penyimpangan distribusi BBM.
Pertamina menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan praktik penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, baik yang dilakukan oleh oknum masyarakat maupun operator SPBU.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah dan Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.