Suasana di Pusar Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang masih ramai pengunjung menjelang lebaran, Sabtu, 14 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

SUDUT KOTA

Lebaran di Pasar Tanah Abang Tak Lagi Seramai Dulu

Senin 16 Mar 2026, 08:48 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Suasana jelang Lebaran di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Di lorong-lorong pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu, sejumlah pedagang mengalami pengurangan omzet daripada musim lebaran tahun lalu.

Tumpukan pakaian muslim masih berjajar rapi di etalase toko. Para pedagang sesekali memanggil pengunjung yang melintas, berharap ada transaksi yang terjadi. Namun, bagi sebagian pedagang, ramainya pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan penjualan.

Yuli, salah seorang pedagang pakaian di Pusat Grosir Metro Tanah Abang Abang, merasakan langsung perubahan tersebut. Ia mengatakan penjualan gamis yang menjadi andalan tokonya berkurang daripada musim Lebaran sebelumnya.

“Penjualannya turun, enggak kayak tahuntahun lalu,” kata Yuli saat ditemui Poskota, Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Tutup Jelang Lebaran 2026? Catat Jadwal Operasional Lengkapnya

Menurut Yuli, salah sebuah faktor utama yang memengaruhi penurunan omzet adalah maraknya kebiasaan masyarakat berbelanja secara daring. Platform belanja online dinilai menawarkan harga yang lebih murah, sehingga menarik minat pembeli.

“Sekarang kan ramai pembelian pakaian online. Orang pada beli online karena harganya murah. Jadi sudah enggak lihat kualitas lagi, yang dilihat harganya murah,” ujarnya.

Selain itu, Yuli menilai daya beli masyarakat yang sedang melemah juga turut berpengaruh terhadap penjualan di pasar tradisional. Banyak pembeli kini lebih selektif dan cenderung mencari produk yang sedang diskon atau promosi.

“Sekarang orang nyarinya yang promopromo. Kalau beli online kan harganya murah, terus pembeli juga enggak perlu capek-capek datang ke pasar,” katanya.

Baca Juga: Omset Pedagang Pakaian di Pasar Tanah Abang Menurun Dibanding Lebaran Tahun Lalu

Meski demikian, ia mengaku penjualan gamis di tokonya masih berjalan cukup baik meskipun tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Ia menawarkan berbagai model gamis yang mengikuti tren pasar. Salah satu yang saat ini cukup diminati pembeli adalah model gamis yang populer dengan sebutan “bini orang”.

Keluhan serupa juga disampaikan Fendy, pedagang bahan kain di pasar yang sama. Ia mengatakan tren penurunan penjualan sudah mulai terasa sejak Lebaran tahun lalu.

“Dari Lebaran tahun lalu penjualan sudah mulai menurun. Pokoknya setelah Covid-19 itu turunnya drastis,” ungkapnya.

Fendy termasuk pedagang yang berhasil bertahan selama masa pandemi Covid-19. Ia masih bisa mempertahankan usahanya, karena memiliki sejumlah pelanggan setia berbelanja bahan kain di tokonya.

“Karena masih ada pelanggan, jadi masih jualan. Kalau sudah enggak ada, mungkin tutup toko dan jualan dari rumah saja,” ujarnya.

Bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang, momen Lebaran biasanya menjadi waktu paling dinanti untuk meraup keuntungan besar.

Baca Juga: Jakarta Hijab Fest 2026 Digelar di Tanah Abang, Pramono Anung Dorong Kebangkitan UMKM Fesyen Muslim

Namun, perubahan pola belanja masyarakat serta tekanan ekonomi membuat tradisi keramaian itu perlahan berubah, menyisakan harapan agar roda perdagangan tetap berputar.

Tags:
pedaganglebaranJakarta PusatPasar Tanah Abang

Pandi Ramedhan

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor