Senada dengan itu, ulama Saudi Khalid Al-Mushlih menegaskan bahwa tidak ada tanda pasti yang memungkinkan seseorang mengklaim telah mendapatkan Lailatul Qadar.
Artinya, siapa pun yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah memiliki peluang untuk meraih kemuliaan tersebut.
Keberkahan Lailatul Qadar Terlihat dari Perubahan Batin
Banyak ulama menjelaskan bahwa efek spiritual dari Lailatul Qadar sering kali terasa dalam perubahan batin seseorang.
Orang yang merasakan keberkahannya biasanya mengalami:
- ketenangan hati yang lebih dalam
- sikap yang lebih sabar dan ikhlas
- rasa syukur yang meningkat dalam kehidupan sehari-hari
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sebagian orang bahkan mendapatkan isyarat melalui mimpi atau pengalaman spiritual tertentu, meskipun hal ini tidak menjadi ukuran pasti.
Baca Juga: Serentak se-Indonesia, Bank Banten Gelar Buka Puasa Bersama dan Berikan Santunan Anak Yatim
Fokus Utama: Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Ulama besar Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah besar.
Menurutnya, rahasia tersebut bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya menunggu satu malam tertentu.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan, seperti:
- salat malam (qiyamul lail)
- membaca Al-Qur’an
- berzikir dan berdoa
- bersedekah
- melakukan iktikaf di masjid
Salah satu doa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk dibaca pada malam tersebut adalah:
