“Sudah sering kali begini. Ada lagi biasanya tiga bulanan,” tuturnya.
Menurutnya, harga bahan pokok lebih mahal, pengeluaran pun lebih dalam. Kehadiran tebus murah tentu sangat membantu masyarakat.
“Beras harganya naik banget, minyak goreng juga. Telur juga. Pokoknya semua naik. Cepek (Rp100.000) itu enggak cukup sehari, kurang,” ujar dia.
Meski begitu, ia tetap bersyukur karena di Jakarta masih ada program bantuan yang membantu masyarakat kecil. Bahkan sebagian warga mendapatkan sembako gratis.
“Itu yang gratis dari RT pakai kupon. Saya enggak kebagian. Jadi saya tebus yang murah ini Rp50.000,” tutur dia.
Baca Juga: PLN dan Pemprov DKI Jakarta Sinergi Perkuat Kelistrikan Kepulauan Seribu
Sebagai seorang janda, ia berharap ke depan program seperti ini bisa terus dilanjutkan bahkan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saya kan janda. Ya pengen dapat juga bantuan begitu. Kalau bisa dibikin agak murah lagi biar semua teman-teman bisa ngerasain,” pungkasnya. (cr-4)
