“Setuju Bro, tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih. Karena itu kalian lebih baik tidur ketimbang jelalatan nggak karuan ngincer yang bening-bening, lantas menggunjing ngalor-ngidul yang ujungnya mengumbar aib orang lain,” jelas Heri.
“Tapi ingat, tidurnya jangan kebablasan. Kalau seharian tidur namanya pemalas, bukan mencari berkah, malah membuat masalah,” ujar Yudi.
“Kembali ke topik awal. Cukup beralasan, jika di bulan Ramadhan ini menjadi momen Kemenag mengubah wajah masjid, tak hanya sebagai tempat salat, juga pelayanan bagi umat, dengan menyediakan ruang istirahat, sajian buka puasa dan sahur, hidangan ringan sebagai selingan, obat-obatan bagi pemudik. Ini aksi nyata tak yang perlu dikembangkan di luar bulan Ramadhan,” papar mas Bro.
