Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan? Ini 3 Kabar Baik dari Syekh Ali Jaber yang Menenangkan Hati

Kamis 12 Mar 2026, 14:57 WIB
Sakit di 10 hari terakhir ramadhan ini 3 kabar baik dari Syekh Ali Jaber. (Sumber: Pinterest/Aggash)

Sakit di 10 hari terakhir ramadhan ini 3 kabar baik dari Syekh Ali Jaber. (Sumber: Pinterest/Aggash)

POSKOTA.CO.ID - Sakit merupakan kondisi ketika tubuh mengalami gangguan kesehatan yang menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti demam, sakit perut, sakit gigi, hingga gangguan lambung. Kondisi ini bisa dialami siapa saja tanpa memandang usia, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Gangguan kesehatan tersebut juga bisa muncul kapan saja, termasuk pada sepuluh hari terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai waktu paling istimewa dalam bulan suci.

Bagi sebagian umat Muslim, sakit di akhir Ramadhan tentu menimbulkan kesedihan tersendiri. Pasalnya, pada fase ini banyak orang berusaha meningkatkan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, sholat malam, serta memperbanyak doa untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Sebagaimana diketahui, Lailatul Qadar merupakan malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa pun yang mendapatkan malam tersebut diyakini akan memperoleh ampunan atas dosa-dosanya.

Baca Juga: Niat Iktikaf di Masjid Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Simak Juga Hal yang Membatalkannya

Namun, kondisi sakit tidak seharusnya membuat seseorang merasa kehilangan seluruh kesempatan beribadah.

Tiga Kabar Baik untuk Orang yang Sedang Sakit

Ilustrasi. Tiga kabar baik untuk orang yang sedang sakit di bulan ramadhan. (Sumber: Istimewa)

Pendakwah asal Madinah, Syekh Ali Jaber, pernah menyampaikan bahwa orang yang sedang sakit sebenarnya mendapatkan kabar gembira dari Allah SWT.

Dalam sebuah ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Bunda Jaman Now pada Kamis, 12 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa ada tiga keutamaan bagi orang yang diuji dengan sakit.

Tiga kabar baik tersebut antara lain:

  1. Dosa-dosanya dihapuskan

Rasa sakit yang dialami menjadi salah satu cara Allah menghapus kesalahan hamba-Nya.

  1. Derajatnya diangkat

Kesabaran dalam menghadapi sakit akan meningkatkan kedudukan seseorang di sisi Allah SWT.

Baca Juga: 5 Kesalahan Perawatan Kulit Saat Puasa Ramadhan yang Bisa Membuat Wajah Kusam

  1. Doanya lebih mudah dikabulkan

Orang yang sedang sakit memiliki kedekatan khusus dengan Allah sehingga doanya lebih cepat diijabah.

Menurut Syekh Ali Jaber, keutamaan tersebut menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang sedang diuji dengan kondisi kesehatan.

Doa Orang yang Sakit Lebih Mudah Dikabulkan

Dalam ceramahnya, Syekh Ali Jaber juga menyebut bahwa doa dari orang yang sedang sakit memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Ia bahkan mengaku sering meminta doa dari pasien di rumah sakit ketika berkunjung.

Alih-alih didoakan kesembuhan, ia justru meminta pasien tersebut mendoakannya.

Menurutnya, banyak orang terkejut dengan hal tersebut. Namun ia menjelaskan bahwa doa orang yang sakit memiliki keistimewaan tersendiri di hadapan Allah SWT.

Baca Juga: Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar 2026 yang Harus Diketahui, Ini Prediksinya

Hal ini berkaitan dengan hadis qudsi yang menggambarkan kedekatan Allah dengan hamba-Nya yang sedang mengalami sakit.

Dalam hadis tersebut, Allah SWT berfirman bahwa ketika seorang hamba sakit dan ada orang lain yang menjenguknya, maka Allah berada di sisi orang yang sedang sakit tersebut.

Pesan ini menunjukkan bahwa kondisi sakit tidak selalu menjadi musibah semata, tetapi juga dapat menjadi bentuk kedekatan spiritual antara hamba dan Tuhannya.

Amal Ibadah Tetap Dicatat Sempurna

Selain itu, Syekh Ali Jaber juga menjelaskan keutamaan lain bagi orang yang sedang sakit.

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa amal ibadah seorang hamba tetap dicatat seperti ketika ia dalam keadaan sehat.

Padahal dalam kondisi sakit, seseorang sering kali tidak mampu beribadah dengan kualitas yang sama seperti sebelumnya.

Misalnya, seseorang yang biasanya sholat dengan berdiri mungkin harus melakukannya dengan duduk atau bahkan berbaring karena kondisi tubuh yang lemah.

Secara lahiriah, kualitas ibadah tersebut memang tampak berkurang. Namun di sisi Allah SWT, pahala ibadahnya tetap dicatat seperti ketika ia mampu melaksanakannya secara sempurna.

Para ulama hadis menjelaskan bahwa hal ini merupakan bentuk rahmat Allah bagi hamba-Nya yang sedang mengalami ujian kesehatan.

Karena itu, sakit yang datang di akhir Ramadhan tidak seharusnya membuat seseorang merasa putus asa. Justru kondisi tersebut bisa menjadi kesempatan meraih pahala, pengampunan dosa, serta dikabulkannya doa. Wallahu a’lam.


Berita Terkait


News Update