KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat menaruh perhatian besar pada keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2026. Pengamanan difokuskan pada berbagai titik aktivitas masyarakat, terutama saat momentum mudik dan Hari Raya Idul Fitri.
Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan mengatakan, pengamanan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, perhatian utama diarahkan pada mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang dan selama Lebaran.
“Fokus pengamanan dan pelayanan pada Operasi Ketupat tahun ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun difokuskan pada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, tempat ibadah, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan,” ujar Rezi kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.
Bentuk Satgas Khusus Antisipasi Kejahatan Jalanan
Untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan dan Idul Fitri, Polres Metro Jakarta Barat juga membentuk tim khusus guna mengantisipasi potensi kejahatan jalanan.
Baca Juga: Polres Cimahi Kerahkan 667 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Tim tersebut terdiri dari sejumlah satuan tugas (Satgas), di antaranya Satgas Preventif, Satgas Preemtif, serta Satgas Penegakan Hukum. Selain itu, pengamanan juga diperkuat oleh Satgas Bantuan Operasi (Banops).
Menurut Rezi, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah selama masa operasi.
“Kami juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait. Fokus kami tetap pada upaya pencegahan terhadap potensi kriminalitas yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama selama Ramadan, mudik, hingga perayaan Idul Fitri,” jelasnya.
Selain fokus pada aspek keamanan, Satgas juga akan melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Pengawasan ini dilakukan bersama pemerintah daerah agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
Baca Juga: Berapa Tarif Tol Trans Jawa 2026 Terbaru? Segini Estimasi Biaya Jakarta–Surabaya saat Mudik Lebaran
Rezi menegaskan pihaknya akan terus memonitor pergerakan harga di pasar untuk memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi. Jangan sampai ada pedagang yang menaikkan harga bahan pokok secara tidak wajar, apalagi menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat meningkat,” ujarnya.
1.300 Personel Gabungan Disiagakan
Dalam Operasi Ketupat Lebaran 2026, sebanyak 1.300 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan wilayah Jakarta Barat. Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dengan sinergi lintas instansi tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga: Arus Mudik di Terminal Kalideres Masih Normal, Puncak Penumpang Diprediksi Akhir Pekan
Rezi juga mengimbau masyarakat yang berencana mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik guna mengantisipasi potensi kebakaran akibat korsleting listrik.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan. Periksa juga peralatan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting,” kata Rezi.
Selain itu, masyarakat yang hendak mudik juga dapat memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi terdekat.
“Kami menerima penitipan kendaraan di Polsek maupun Polres. Silakan masyarakat menghubungi layanan 110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat untuk mekanismenya,” jelasnya.