POSKOTA.CO.ID - Terdapat perbedaan terkait Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026. Lantas, apakah Lebaran 2026 akan jatuh pada tanggal berapa?
Untuk penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia berdasarkan pada hasil pengamatan hilal dan perhitungan astronomi berdasarkan kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
1 Syawal 1447 Hijriah akan ditentukan melalui sidang isbat yang akan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Awal bulan Hijriah ditetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari mencapai 6,4 derajat.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran Lebaran 2026 di Jalan Thamrin–Sudirman
Prediksi Lebaran Menurut BMKG
Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.
Elongasi geosentris saat Matahari terbenam berada di rentang 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh.
Angka tersebut menunjukkan sebagian wilayah Indonesia belum memenuhi ambang batas kriteria MABIMBS.
Baca Juga: Kapan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026? Ini Jadwal dan Skema Lalu Lintas di Tol Trans Jawa
BMKG juga mengingatkan adanya objek astronomis lain yang berpotensi mengganggu proses rukyat hilal.
Dalam perencanaan pengamatan, perlu diperhitungkan objek yang posisinya berdekatan dengan Bulan dan memiliki tingkat kecerlangan hampir sama atau bahkan lebih terang.
