CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Ribuan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi mengikuti kuliah umum kepemimpinan yang menghadirkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pembicara utama, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan bertema “Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” tersebut digelar di Auditorium Unjani, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Rektor Unjani Agus Subagyo mengatakan, kuliah umum tersebut merupakan bagian dari program penguatan karakter mahasiswa yang rutin digelar setiap tahun oleh pihak kampus.
"Jadi hari ini kita melaksanakan kegiatan penguatan karakter mahasiswa Smart Military University," kata Agus, Rabu 11 Maret 2026.
Baca Juga: Luhut Menilai Iran Cerdik Lawan Amerika Pakai Drone Murah
Menurut Agus, kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kini diarahkan lebih jauh untuk membangun karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari identitas kampus.
Ia menjelaskan, kehadiran Luhut diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus pembelajaran langsung kepada mahasiswa mengenai nilai-nilai kepemimpinan.
"Kegiatan ini sebenarnya kegiatan tahunan, dulu namanya PBAK, sekarang lebih arahnya ke penguatan karakter mahasiswa. Pak Luhut kita undang sebagai narasumber untuk memberikan kuliah kepemimpinan," ujarnya.
Agus berharap mahasiswa Unjani dapat meneladani nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Luhut selama kariernya, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.
Baca Juga: Mahfud MD Ragu Luhut Terlibat dalam Kasus Whoosh, Cuma Laksanakan Tugas Presiden
Menurutnya, rekam jejak Luhut sebagai tokoh nasional menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan strategis bangsa.
"Harapannya para mahasiswa bisa meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditorehkan oleh Pak Luhut," katanya.
Agus juga menyinggung peran Luhut dalam berbagai agenda nasional, termasuk saat penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.
"Pada saat krisis pandemi COVID-19 kemarin, beliau tampil memberikan advice dan arahan kepada seluruh tim penanganan COVID saat itu," ucapnya.
Baca Juga: Pengamat Politik Soroti Pernyataan Luhut Soal Jasa Presiden Jokowi yang Sudah Dilupakan
Selain itu, Agus menilai Luhut juga memiliki kontribusi penting bagi wilayah Bandung Raya, khususnya dalam program pemulihan lingkungan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu inisiatif yang berdampak terhadap perbaikan kondisi lingkungan di Jawa Barat.
"Sehingga Citarum Harum bisa seperti sekarang ini salah satunya karena inisiasi dari Pak Luhut Binsar Pandjaitan," ujarnya.
Lebih lanjut Agus menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030 hingga 2040.
Baca Juga: Profil dan Sepak Terjang Kartini Sjahrir Calon Dubes Jepang, Ternyata Adik Luhut Binsar Pandjaitan
Menurutnya, berbagai lembaga internasional seperti World Bank dan United Nations Development Programme (UNDP) memperkirakan Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada rentang waktu tersebut.
Momentum itu, lanjut dia, harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda untuk mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional.
"Harapan kita selama satu dasawarsa ke depan kita bisa memanfaatkan bonus demografi. Negara lain seperti Jepang pernah mengalaminya dan berhasil memanfaatkannya," jelasnya.
Ia menambahkan, bonus demografi diharapkan menjadi pijakan menuju visi besar Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Agus, para mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di Unjani akan berada pada usia produktif ketika Indonesia memasuki era tersebut.
"Harapannya nanti mereka yang akan mewarnai visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya