POSKOTA.CO.ID - Di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan berbagai skenario pengamanan bagi jamaah haji tahun 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Pesan Presiden sangat jelas: fokus utama adalah memastikan keselamatan jamaah haji Indonesia. Itu yang paling penting,” ujar Dahnil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026.
Antisipasi Dampak Konflik: Penyesuaian Rute Penerbangan Jadi Opsi Utama

Salah satu langkah antisipatif yang sedang dipersiapkan adalah penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Stabil sampai Lebaran 2026, Stok Energi Nasional Aman
Jika jalur udara reguler dinilai berisiko akibat zona konflik, pemerintah berencana mengalihkan penerbangan melalui jalur alternatif, seperti rute selatan atau via Afrika.
Dahnil menjelaskan, koordinasi intensif akan dilakukan dengan otoritas penerbangan internasional serta negara-negara yang dilintasi.
Langkah ini bertujuan menghindari potensi gangguan keamanan di wilayah udara yang terdampak eskalasi konflik, termasuk ancaman terhadap lalu lintas penerbangan sipil.
Opsi Penundaan Keberangkatan: Pelajaran dari Pandemi COVID-19
Pemerintah juga tidak menutup kemungkinan skenario penundaan keberangkatan kloter haji jika situasi keamanan semakin memburuk dan berpotensi mengancam jiwa jamaah.
Dahnil menyebut, langkah serupa pernah diterapkan pada masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
“Seperti kasus COVID dulu, jika kondisi benar-benar membahayakan keselamatan jamaah, maka opsi penundaan bisa diambil demi melindungi warga negara kita,” katanya.
