Rahasia Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan, Begini Cara Meraihnya. (Sumber: Freepik)

RAMADHAN

7 Cara Menggapai Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Rabu 11 Mar 2026, 11:07 WIB

POSKOTA.CO.ID - Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam. Malam ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.

Keutamaan tersebut menjadikan Lailatul Qadar sebagai momen spiritual yang sangat dinantikan oleh umat Muslim, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan meraih malam penuh kemuliaan tersebut terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas ibadahnya.

Berikut ini adalah point-point tausiah dari ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi, Lc., S.Ag., M.Ag, tentang pentingnya memaksimalkan Lailatul Qadar di penghujung 10 malam terakhir Ramadhan.

Baca Juga: Batas Akhir Bayar Zakat Fitrah Kapan? Ini Waktu Terbaik hingga Hukum Jika Terlambat

Teladan Rasulullah dalam Menghidupkan Malam Ramadan

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW meningkatkan intensitas ibadahnya secara signifikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Rasulullah bahkan menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai amalan, membangunkan keluarganya untuk beribadah, serta mengurangi waktu istirahat agar lebih fokus kepada Allah SWT.

Namun, menghidupkan malam tidak selalu berarti harus begadang hingga subuh tanpa tidur. Rasulullah SAW tetap beristirahat secukupnya, tetapi mengurangi waktu tidur untuk memperbanyak ibadah.

Amalan untuk Menggapai Lailatul Qadar

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan guna meraih Lailatul Qadar.

1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)

Laksanakan rangkaian shalat dari mulai dari shalat isya - ba'diyah isya - Tarawih+witr - Tahajjud - shalat Taubat - shalat Hajat. Bagi yang belum shalat Tasbih, maka lakukanlah shalat Tasbih

2. Membaca Doa Lailatul Qadar

Setelah selesai melakukan rangkaian shalat malam maka awali dzikir dengan membaca doa Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW,:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

Allāhumma innaka 'afuwwun tuḥibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku"

3. Memperbanyak Istighfar, Sambil Menyadari Perbuatan Dosa Yang Telah Lalu

Memohon ampunan (istighfar) sepanjang malam. Bisa dilakukan di sela-sela rangkaian shalat atau setelah rangkaian shalat.

4. Bersedekah dan Berbuat Kebaikan:

Khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah Saw lebih sungguh-sungguh bergiat bersedekah. Kita pun mesti mencontoh beliau untuk sungguh-sungguh memberikan sedekah, takjil, infak, dan berbagi terutama selama akhir sepuluh hari Ramadhan.

Meningkatkan kedermawanan dengan bersedekah dan membantu sesama, karena pahala dilipatgandakan. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membawa dampak positif bagi orang yang memberikannya.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa setiap amal anak Adam dapat dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih sesuai dengan kehendak Allah SWT. Janji pelipatgandaan pahala ini menjadikan sedekah sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada penghujung Ramadan.

Jika sedekah dilakukan pada malam yang bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka nilai pahala yang diperoleh setara dengan amalan dari 83 tahun lebih.

5. Itikaf di Masjid

Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Mengisolasi diri dari urusan dunia untuk lebih fokus pada ibadah dan dzikir, doa, dan mendekatkan dirinya dengan Allah 'azza wajalla. Hadits riwayat Imam Ad-Dailami dari Aisyah ra, Rasulullah bersabda:

مَنِ اعْتَكَفَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ عَائِشَةَ)

Artinya: Barangsiapa yang beri'tikaf (bertepatan dengan) Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni semua dosa yang lalu (dosa kecil dan dosa besar).

Baca Juga: Mengejar Lailatul Qadar, Ini Tata Cara Shalat Sunnah, Niat, dan Doa Mustajabnya

6. Membangunkan Keluarga

Mengajak keluarga untuk ikut beribadah di malam-malam tersebut dan juga mengajak anggota keluarga lain untuk ikut bersedekah. Dengan berbagi kepada orang lain, seseorang belajar membersihkan harta sekaligus membersihkan hati dari sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

7. Memperbanyak Doa, Berdzikir dan Membaca Al Qur'an

Rasulullah Saw lebih sungguh-sungguh memperbanyak doa. Berdoa dengan spesifik memohon ampunan, rahmat, ridha, dan hidayah dari Allah swt. Inilah suplemen utama dalam doa kita yang sangat berharga disisi Allah 'azza wajalla.

Suplemen yang dapat menumbuhkan daya juang karena keimanan kepada Allah SWT, dan dapat memperkuat kehidupan di dunia dalam Istiqomah berada di jalan Allah. Adapun berdzikir dan membaca Al Qur'an, bacalah yang mudah hingga sampai menenangkan hati kita.

Semoga kita semua mendapatkan Lailatul Qadar, Aamiin insya Allah.

Tags:
Lailatul Qadarmalam Lailatul Qadaramalan 10 malam terakhir Ramadankeutamaan Lailatul Qadardoa Lailatul Qadarqiyamul lail Ramadan

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor