Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah naik, hingga gangguan tidur kronis.
Untuk sebagian orang yang sensitif terhadap kafein, bahkan satu sachet kopi instan pun bisa cukup mengganggu kesehatannya.
2. Senyawa Akrilamida Bisa Merusak Saraf dan Meningkatkan Risiko Kanker
Kopi instan melalui proses pengolahan biji kopi yang dipanggang mengandung senyawa akrilamida, senyawa kimia alami yang terbentuk dari pemanggangan biji kopi.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Rasul Kipas Tua Gosoklah Dwi, kadar akrilamida dalam kopi instan dua kali lebih tinggi dibandingkan kopi seduh biasa.
Senyawa ini berpotensi menumpuk dalam tubuh, memicu gangguan saraf atau neuropati, dan bahkan meningkatkan risiko munculnya beberapa jenis kanker bila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.
3. Kandungan Gula dan Krimer Tambahan Bisa Menyebabkan Obesitas
Tidak hanya kafein dan akrilamida, banyak kopi instan yang juga mengandung gula tambahan dan krimer non-susu.
Kandungan ini membuat kopi instan lebih manis, tapi secara tidak langsung meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Bagi Anda yang sering minum kopi instan kemasan sachet, konsumsi harian bisa menambah ratusan kalori ekstrayang tidak disadari, berpotensi mengganggu pola makan sehat.
4. Gangguan Pencernaan dan Asam Lambung
Kemudian, kopi instan memiliki sifat asam yang lebih tinggi dibandingkan kopi seduh biasa.
Akibatnya, bagi sebagian orang, konsumsi kopi instan secara rutin bisa memicu masalah pencernaan, seperti sakit perut, refluks asam lambung, dan gangguan gastrointestinal lainnya.
Disarankan, agar orang dengan riwayat maag atau GERD membatasi konsumsi kopi instan atau memilih kopi dengan kadar asam rendah untuk mencegah iritasi lambung.
5. Risiko Ketergantungan dan Efek Samping Psikologis
Selain efek fisik, minum kopi instan secara berlebihan juga bisa menimbulkan ketergantungan psikologis.
