POSKOTA.CO.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh sebuah unggahan yang menampilkan citra satelit berbentuk wajah di Google Maps. Gambar tersebut dibagikan oleh pengguna X atau twitter melalui akun @qahwa_r pada 8 Maret 2026.
Dalam unggahannya, ia memperlihatkan tangkapan layar dari kamera satelit yang menunjukkan formasi batuan di sebuah kawasan bernama Formacoes Rochosas. Wilayah tersebut berada di daerah pegunungan dan dari sudut pandang tertentu tampak menyerupai wajah manusia.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial berspekulasi bahwa bentuk wajah itu berkaitan dengan sosok Ya'juj dan Ma'juj yang dikenal dalam ajaran Islam.
Dalam cuitannya, pemilik akun menjelaskan bahwa lokasi tersebut berada di antara dua gunung dan memiliki formasi batuan yang dianggap menyerupai kepala atau wajah.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?
Ia juga menuliskan bahwa gambar lain di lokasi tersebut tampak membentuk pola wajah yang saling terhubung, bahkan disebut-sebut menyerupai sosok Firaun.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu pun menjadi viral dan telah dilihat lebih dari 1,4 juta kali di Twitter.
Apa Itu Ya'juj dan Ma'juj?

Dalam tradisi Islam, Ya'juj dan Ma'juj yang dalam literatur Barat dikenal sebagai Gog dan Magog merupakan dua kelompok manusia keturunan Nabi Adam AS.
Mereka diyakini berasal dari garis keturunan Yafits bin Nuh, salah satu putra Nabi Nuh AS. Dalam berbagai riwayat, Ya'juj dan Ma'juj digambarkan sebagai kaum yang sering menimbulkan kerusakan di muka bumi.
Keberadaan mereka disebutkan dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam:
- Surah Al-Kahf ayat 94–98
- Surah Al-Anbiya ayat 96–97
Ayat-ayat tersebut menjelaskan kisah tentang kaum perusak yang kemudian dihalangi oleh tembok besar yang dibangun oleh seorang raja saleh bernama Zul-Qarnain.
Karakteristik Ya'juj dan Ma'juj dalam Riwayat Islam
Dalam sejumlah tafsir dan hadits, Ya'juj dan Ma'juj digambarkan sebagai kelompok manusia yang jumlahnya sangat banyak dan memiliki sifat yang merusak.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa mereka dikenal karena perilaku brutal, gemar menjarah, serta tidak memiliki belas kasihan terhadap makhluk lain.
Ketika kelak keluar dari tempat terkurungnya, mereka dipercaya akan menyebar ke berbagai penjuru bumi dan menyebabkan kerusakan besar.
Meski demikian, Al-Qur'an maupun hadits tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk fisik mereka. Banyak penjelasan yang berkembang berasal dari tafsir para ulama dan interpretasi sejarah.
Baca Juga: Isu Perang Dunia ke-3 Ramai Dikaitkan dengan Kiamat, Ini Penjelasan Buya Yahya
Dikaitkan dengan Tanda Besar Kiamat
Kemunculan Ya'juj dan Ma'juj juga termasuk dalam tanda-tanda besar hari kiamat dalam ajaran Islam.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa setelah tembok yang dibangun oleh Zul-Qarnain runtuh, Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari tempat terisolasi dan mulai menyebar ke seluruh dunia.
Peristiwa ini diyakini terjadi pada masa menjelang akhir zaman, yakni saat kemunculan Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa AS.
Karena itulah, kisah tentang Ya'juj dan Ma'juj sering dikaitkan dengan berbagai fenomena misterius, termasuk gambar yang viral di Google Maps tersebut.
Baca Juga: 5 Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan, Pahalanya Berlipat dan Jadi Penolong di Hari Kiamat
Fenomena Alam atau Hanya Ilusi Visual?

Meski ramai diperbincangkan, para ahli biasanya menjelaskan bahwa bentuk wajah pada citra satelit sering kali merupakan fenomena pareidolia, yakni kecenderungan manusia melihat pola familiar seperti wajah pada objek acak.
Formasi batuan, bayangan, atau sudut pengambilan gambar dari satelit dapat menciptakan ilusi visual yang tampak menyerupai wajah manusia.
Karena itu, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gambar tersebut berkaitan dengan Ya'juj dan Ma'juj.
Namun demikian, viralnya foto tersebut kembali memicu diskusi publik mengenai kisah Ya'juj dan Ma'juj yang memang telah lama menjadi bagian dari narasi akhir zaman dalam berbagai tradisi keagamaan.