JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap penyebab terjadinya longsor gunungan sampah di Zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut Pramono, longsor tersebut diduga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu lama yang membuat timbunan sampah menjadi licin dan tidak stabil. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan pergerakan atau sliding pada tumpukan sampah hingga menimbulkan longsor.
Peristiwa tersebut diketahui mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
“Karena memang ini adalah hal yang tidak direncanakan dan tidak diduga. Hujan yang deras dan berlangsung lama, ditambah tumpukan sampah yang sudah sangat tinggi, menyebabkan terjadinya sliding atau longsor hingga menimbulkan korban empat orang,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Baca Juga: Pramono Pastikan Korban Longsor TPST Bantar Gebang Ditanggung Penuh Pemprov DKI
Curah Hujan Capai 264 Milimeter per Hari
Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, intensitas hujan yang mengguyur kawasan TPST Bantargebang pada hari kejadian mencapai sekitar 264 milimeter per hari.
Angka tersebut masuk dalam kategori curah hujan sangat tinggi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat timbunan sampah yang tinggi menjadi semakin labil dan rentan mengalami longsor.
Pramono mengaku telah meninjau langsung lokasi kejadian bersama sejumlah pejabat terkait. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung dampak longsor serta menentukan langkah penanganan yang harus segera dilakukan di area TPST Bantargebang.
Baca Juga: Korban Jiwa Longsor TPST Bantar Gebang Bertambah Jadi Lima Orang
Sungai Ciketing Tertutup Timbunan Sampah
Akibat longsor tersebut, aliran Sungai Ciketing yang berada di sekitar lokasi ikut tertutup oleh timbunan sampah. Kondisi ini membuat fungsi sungai sebagai jalur aliran air terganggu.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan normalisasi Sungai Ciketingagar alirannya kembali lancar.
“Di lapangan saya sudah memutuskan untuk segera dilakukan normalisasi, terutama pada Sungai Ciketing agar alirannya bisa kembali normal,” kata Pramono.
Selain menghambat aliran sungai, timbunan sampah juga berdampak pada akses jalan di sekitar lokasi. Jalur yang biasa digunakan warga menjadi tertutup akibat material longsoran.
Menurut Pramono, kondisi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya fungsi sungai bagi masyarakat sekitar.
“Ketika sungai tertutup oleh timbunan sampah, tidak hanya aliran air yang terganggu, tetapi akses jalan warga juga ikut tertutup. Di lapangan terlihat jelas kondisi tersebut, sehingga harus segera dinormalkan kembali,” ujarnya. (cr-4).