POSKOTA.CO.ID - Tidur bukan sekadar kebutuhan biologis untuk memulihkan tenaga.
Dalam ajaran Islam, aktivitas ini juga memiliki adab serta waktu yang dianjurkan maupun yang sebaiknya dihindari.
Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan istirahat. Karena itu, pengaturan waktu tidur menjadi hal penting agar seseorang tetap sehat sekaligus tidak melalaikan kewajiban seperti salat.
Lalu, kapan saja waktu tidur yang dianjurkan dan waktu yang tidak dianjurkan dalam Islam? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 5 Persiapan Penting Saat Itikaf Agar Ibadah Lebih Nyaman dan Khusyuk
Waktu Tidur yang Dianjurkan dalam Islam

Ini dia waktu tidur yang dianjurkan dalam islam:
- Tidur Malam Setelah Salat Isya
Waktu terbaik untuk beristirahat menurut ajaran Islam adalah pada malam hari setelah menunaikan salat Isya. Rasulullah SAW dikenal menganjurkan umatnya untuk tidak begadang tanpa alasan yang jelas.
Beristirahat lebih awal memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi secara maksimal.
Selain itu, kebiasaan tidur setelah Isya juga memudahkan seseorang bangun pada sepertiga malam terakhir untuk menjalankan ibadah seperti salat tahajud.
Dengan pola tidur yang teratur, tubuh dapat beristirahat optimal sekaligus tetap menjaga kualitas ibadah.
- Tidur Siang Sebentar Sebelum Zuhur (Qailulah)
Dalam tradisi Islam, tidur singkat pada siang hari atau yang dikenal sebagai qailulah juga dianjurkan. Biasanya dilakukan menjelang waktu Zuhur sebagai jeda istirahat sebelum melanjutkan aktivitas.
