IHSG Merah di Awal Pekan 9 Maret 2026: Investor Waspada, Ini Pemicu Penurunan Indeks

Senin 09 Mar 2026, 13:10 WIB
Pergerakan layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan IHSG berada di zona merah akibat tekanan sentimen global dan domestik. (Sumber: Pinterest)

Pergerakan layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan IHSG berada di zona merah akibat tekanan sentimen global dan domestik. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merupakan indikator utama yang menggambarkan kinerja keseluruhan pasar saham di Indonesia.

Pergerakan indeks ini sering dijadikan acuan oleh investor untuk melihat kondisi pasar modal, sentimen ekonomi, serta arah investasi jangka pendek maupun panjang.

Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, IHSG dibuka melemah sejak awal sesi. Tekanan jual langsung mendominasi pasar sehingga indeks bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan.

Melansir dari IHSG, data awal menunjukkan IHSG turun 211,37 poin atau sekitar 2,79 persen ke level 7.374,31. Sepanjang sesi pembukaan, indeks bergerak dalam rentang 7.316 hingga 7.374 yang mencerminkan tekanan jual masih cukup kuat.

Aktivitas transaksi di bursa juga tergolong tinggi. Sebanyak 3,64 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,61 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 156.627 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, mayoritas mengalami penurunan dengan 526 saham melemah, 45 saham menguat, dan 110 saham bergerak stagnan.

Baca Juga: Promo Menarik Alfamart Hari Ini Senin, 9 Maret 2026, Minyak Goreng dan Biskuit Turun Harga

Meski pasar sedang tertekan, beberapa emiten masih mampu mencatatkan kenaikan harga saham pada awal perdagangan, antara lain:

  • PT Indo Oils Perkasa Tbk naik 17,76% ke Rp252
  • PT Krida Jaringan Nusantara Tbk menguat 14,58% ke Rp165
  • PT Koka Indonesia Tbk naik 12,31% ke Rp292
  • PT Champ Resto Indonesia Tbk meningkat 11,23% ke Rp505
  • PT Sigma Energy Compressindo Tbk naik 7,26% ke Rp148

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun indeks utama melemah, peluang keuntungan tetap ada pada saham-saham tertentu.

Penyebab IHSG Turun: Faktor Global dan Domestik

Penurunan IHSG tidak terjadi secara tiba-tiba. Pergerakan pasar saham biasanya dipengaruhi kombinasi sentimen global dan kondisi domestik yang memengaruhi keputusan investor.

1. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Salah satu faktor utama yang memicu tekanan pada pasar keuangan global adalah meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Ketegangan geopolitik berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi global. Beberapa risiko yang sering muncul antara lain:

  • lonjakan harga energi dunia
  • tekanan inflasi global
  • volatilitas pasar keuangan internasional

Berita Terkait


News Update